Cerita Bukayo Saka dan Gol Liga Inggris Pertamanya buat Arsenal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal, Bukayo Saka. REUTERS/Francois Lenoir

    Pemain Arsenal, Bukayo Saka. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.CO, JakartaBukayo Saka menyumbangkan gol pertamanya di Liga Inggris untuk Arsenal. Ia membantu The Gunners menang menang 2-0 saat melawan Wolverhampton Wanderers, Ahad malam WIB, 4 Juli 2020.

    Pemain jebolan akademi Arsenal berusia 18 tahun itu mengaku senang dan akan mengenang selamanya gol pertamanya itu. Baginya, pekan ini ini menjadi sangat spesial karena ia juga baru menandatangani kontrak barunya di Emirates Stadium.

    Penampikan pemain berusia 18 tahun itu selama musim ini telah membuat kagum banyak orang dan Rabu pekan ini telah diganjar kontrak baru.

    Dia membayar kepercayaan klubnya itu dengan gol luar biasa yang membuat Arsenal memimpin sebelum jeda setelah melepaskan tendangan volinya yang menggeledek.

    "Ini pekan yang akan saya kenang sepanjang hidup saya," kata dia kepada Sky Sports.

    "Ini pekan hebat bukan hanya untuk saya, tetapi juga para penggemar Arsenal. Anda bisa menyaksikan apa yang sedang dibangun manajer dan kami sungguh senang atas hasil yang kami dapatkan dan bahwa saya bisa mengikatkan masa depan saya di sini."

    "Saya masih 18 tahun sudah menjadi impian saya bermain untuk klub ini," kata dia.

    Golnya merancang Arsenal menang 2-0 di Molineux yang merupakan kemenangan tandang kedua kali berturut-turut di Liga Premier dan keempat beruntun dari semua kompetisi.

    Bukayo Saka, yang berasal dari Inggris, menimba ilmu di akademi Arsenal. Ia langsung mendapat kontrak profesional saat berusia 17 tahun.

    Bek sayap itu sudah dua musim masuk tim utama. Ia tampil 38 kali di semua kompetisi dan menyumbang 4 gol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selama 4 Bulan Ada Bantuan Tunai untuk Pegawai Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Pemerintah memberikan bantuan tunai bagi pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta selama 4 bulan. Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan hal itu demi ekonomi.