Franck Ribery Dua Kali Sial: Usai Cedera, Rumahnya Dibobol Maling

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Fiorentina Franck Ribery. REUTERS/Alberto Lingria

    Pemain Fiorentina Franck Ribery. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, JakartaMantan pemain timnas Prancis Franck Ribery mengalami dua kesialan akhir pekan lalu. Ia cedera saat membela Fiorentina, lalu pulang untuk mendapati rumahnya sudah dibobol maling.

    Ribery ditarik keluar lapangan karena cedera kaki karena tubrukkan pada babak kedua ketika timnya menang 2-1 atas Parma, Ahad lalu, manakala klub Italia itu mengakhiri lima kekalahan berturut-turut.

    Tetapi perayaan itu berumur singkat karena setibanya di rumahnya di Tuscany pada malam yang sama dengan laga itu, dia mendapati rumahnya dijebol maling.

    Pemain berusia 37 tahun itu memposting sebuah video di media sosial yang memperlihatkan ruangan yang diacak-acak maling.

    "Istri saya kehilangan sejumlah tas, berbagai perhiasan, tetapi alhamdulillah tak ada barang yang berharga," tulis dia yang beragama Islam ini.

    "Istri dan anak-anak saya aman di Munich, tapi bagaimana saya bisa merasa aman hari ini?"

    "Saya lanjut bermain dan mengejar bola karena itulah hasrat saya, hasrat atau tidak, kesejahteraan keluarga saya lebih penting daripada apa pun dan kami akan membuat keputusan yang penting bagi kesejahteraan kami," sambung dia yang kemudian memicu spekulasi mengenai masa depannya di klub Serie A itu.

    Ribery yang 81 kali membela timnas Prancis dan memperkuat negaranya itu saat final Piala Dunia 2006, menghabiskan sebagian besar karirnya di Jerman bersama Bayern Muenchen yang tuntas bersama klub ini dengan 24 trofi.

    Dia pindah ke Fiorentina Agustus tahun lalu sebagai pemain bebas transfer.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.