Tinju Dunia, Tyson Fury Rilis Video Bantah Tuduhan Deontay Wilder

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deomtay Wilder mencengkeram Tyson Fury dalam jumpa media di Las Vegas pada Rabu 19 Februari 2020 untuk mempromosikan duel tinju dunia mereka di kota judi itu pada 22 Februari. (Ryan Hafey/Premier Boxing Champions)

    Deomtay Wilder mencengkeram Tyson Fury dalam jumpa media di Las Vegas pada Rabu 19 Februari 2020 untuk mempromosikan duel tinju dunia mereka di kota judi itu pada 22 Februari. (Ryan Hafey/Premier Boxing Champions)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Tyson Fury dan timnya merilis rekaman video untuk membuktikan bahwa tidak ada kesalahan apapun dalam sarung tinju yang digunakan untuk mengalahkan Deontay Wilder, Februari lalu. Tuduhan pihak Wilder membuat The Gypsy King marah, sehingga harus membuat klarifikasi atas tuduhan adanya benda tumpul dalam sarung tinjunya.

    Sebelumnya, Fury mendominasi pertandingan ulang di Las Vegas dan menjatuhkan Wilder di ronde ketujuh untuk meraih gelar WBC. Tudingan terhadap Fury itu dikemukakan saudara Wilder, Marsellos Wilder. "Dokter menemukan luka lekukan di kepala Deontay. Ini karena benda tumpul mengenai kepalanya dalam pertarungan terakhirnya. Tidak ada sarung tangan atau kepalan tangan apapun yang dapat menyebabkan kerusakan," kata Marsellos.

    Fury mengecam klaim tuduhan itu sebagai sebagai omong kosong belaka. Ia pun membuktikan tidak melakukan kesalahan dengan merilis rekaman video melalui saluran YouTube BT Sport. Pada video itu, dia menunjukkan video pemakaian sarung tinju di ruang ganti.

    Pelatih kepala Jay Deas dan anggota tim Wilder lainnya terlihat jelas dalam video dan menonton dengan seksama ketika tangan Fury dibalut. Setelah klip berakhir, Fury mengatakan, "Ini hanya video cepat untuk membahas semua pembicaraan main curang ini dari Wilder dan timnya," kata dia.

    Furry menambahkan bahwa, "Saya baru saja membaca sebuah artikel sebelum mengatakan bahwa saya mungkin memiliki beberapa benda tumpul di sarung tangan saya, seperti dua benda perusak batu berukuran besar di setiap sarung tangan. Tetapi tidak, kecuali salah satu pelatih Wilder, Jay Deas juga terlibat dalam konspirasi ini."

    Furry mengatakan bahwa Jay Deas tidak pernah meninggalkan ruang ganti ketika proses pembalutan tangan hingga pemakaian sarung tindu. Ia memastikan, Jay Deas dan perwakilan Komisi Negara Bagian Las Vegas yang tidak pernah meninggalkan ruangan itu. “Jay Deas ada di sana ketika tangan saya dibalut, dia memeriksanya, dia ada di sana ketika saya mengenakan sarung tangan, memeriksanya dan semua orang ada di ruangan itu," kata dia.

    Kata Tyson Fury, "Mereka semua tidak meninggalkan kami di ruangan sehingga kita semua tahu kejadian ini. Jadi, semua orang sudah mendengar komentar pemain dengan segala omong kosongnya. Lain kali, aku akan mengacaukan karier tinjunya, karena itu akan menjadi dua kekalahan beruntun, sampai jumpa selamanya."

    Pasangan ini akan bertemu untuk pertarungan trilogi yang sangat diantisipasi pada 19 Desember. Eksekutif Top Rank Brad Jacobs mengungkapkan bahwa pertarungan ketiga sedang ditargetkan untuk Desember dengan lokasi yang belum ditentukan. Jika Fury menang, dia diharapkan untuk melawan rivalnya sesama petinju Inggris, Anthony Joshua, pada 2021.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.