WAGs MU: Pacar Marcus Rashford Lulus dengan Nilai Terbaik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcus Rashford dan Lucia Loi. (instagram/@marcusrashford.10)

    Marcus Rashford dan Lucia Loi. (instagram/@marcusrashford.10)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Manchester United, Marcus Rashford, memiliki pacar dengan kecerdasan menonjol. Lucia Loi, WAGs (istri atau pasangan pemain) pemain depan MU itu, baru saja lulus kuliah dengan nilai terbaik.

    Rashford, 22 tahun, mengencani Lucia, juga berusia 22 tahun, saat masih sekolah. Mereka sudah jadi pasangan kekasih sejak 2016. Tapi, hubungan mereka terungkap luas ke publik setelah Lucia mendukung Rasford di tribun penonton pada Piala Dunia 2018.

    Bila Rashford sibuk dengan kariernya di Man United, Lucia Loi memilih menekuni kuliahnya. Ia baru saja merampungkan studi di bidang periklanan dan manajemen merek di Manchester Metropolitan University.

    Pada Rabu, 8 Juli 2020, Lucia mengumumkan bahwa dia telah dianugerahi nilai tertinggi yang tersedia untuk level sarjana muda.

    Kesuksesan Lucia Loi dalam studi terungkap hanya beberapa pekan setelah Rashford berhasil membujuk pemerintah untuk tetap menghidupkan program makan gratis bagi anak sekolah selama liburan musim panas.

    The Sun, mengutip sumber, yang dekat dengan pasangan itu menulis, "Marcus dan Lucia telah memiliki beberapa minggu yang hebat dan benar-benar menantikan untuk merayakan dengan benar ketika musim sepak bola berakhir."

    Menurut halaman LinkedIn milik Lucia, gadis itu juga telah melakukan pekerjaan amal di Zambia, membantu menyelenggarakan kelas-kelas pendidikan dan olahraga untuk anak-anak miskin.

    Rashford saat ini tengah menjalani tahun  kelimanya di tim utama Manchester United. Musim ini ia sudah tampil 36 kali dan menyumbang 20 gol.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.