Juara Balap Sepeda Tour de France 4 Kali Mundur dari Klub, Kenapa

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chris Froome (tengah) memacu sepedanya sebelum mencapai finis di ajang balap sepeda Tour de France di Paris, Prancis, 27 Juli 2015. Juara umum kedua diraih oleh pembalap Kolombia, Nairo Quintana dan juara ketiga diraih pembalap Spanyol, Alejandro Valverde. AP/Laurent Rebours

    Chris Froome (tengah) memacu sepedanya sebelum mencapai finis di ajang balap sepeda Tour de France di Paris, Prancis, 27 Juli 2015. Juara umum kedua diraih oleh pembalap Kolombia, Nairo Quintana dan juara ketiga diraih pembalap Spanyol, Alejandro Valverde. AP/Laurent Rebours

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara balap sepeda Tour de France empat kali Chris Froome akan meninggalkan tim Ineos pada akhir tahun ini, demikian diumumkan tim pada Kamis, 9 Juli 2020.

    BBC melaporkan bahwa pembalap tersukses di Inggris itu bakal bergabung dengan tim Start-Up, Israel.

    “Kontrak Chris akan berakhir pada Desember dan kami memutuskan untuk tidak memperbaharui (kontrak),” ujar kepala tim Ineos, Dave Brailsford, seperti dikutip AFP.

    Menanggapi kabar tersebut, pembalap berusia 35 tahun itu mengatakan bahwa ia akan selalu mengenang perjalanan kariernya yang bisa dibilang cemerlang bersama tim Ineos selama satu dekade terakhir.

    “Saya menantikan tantangan baru saat saya melangkah ke fase selanjutnya dalam karier saya. Tapi sementara ini fokus saya adalah memenangkan gelar kelima Tour de France bersama tim Ineos,” kata Chris Froome.

    Ambisi Froome untuk menjuarai Tour de France sebelumnya harus sirna kala dia mengalami kecelakaan parah di Criterium de Dauphine dan terpaksa absen pada 2019. Gelar juara pun diraih rekan satu timnya di Ineos, Egan Bernal.

    Pada edisi dua tahun lalu, gelar tersebut berhasil diraih Geraint Thomas, yang juga merupakan rekannya di Ineos.

    Bersama Ineos, pembalap kelahiran Kenya itu telah memenangkan sejumlah gelar, antara lain empat gelar Tour de France (2013, 2015, 2016, 2017), dua titel di Vuelta a Espana (2011, 2017), dan satu gelar Giro d’Italia (2018).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.