Renault Protes, Curiga Racing Point Curang sehingga Unggul

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Sergio Perez dan Lance Stroll dari tim SportPesa Racing Point berpose dengan mobil terbarunya saat peluncuran di Canadian International AutoShow di Toronto, Kanada, 13 Februari 2019. Racing Point menggantikan tim Force India yang akan bertarung di Formula Satu. REUTERS/Mark Blinch

    Pembalap Sergio Perez dan Lance Stroll dari tim SportPesa Racing Point berpose dengan mobil terbarunya saat peluncuran di Canadian International AutoShow di Toronto, Kanada, 13 Februari 2019. Racing Point menggantikan tim Force India yang akan bertarung di Formula Satu. REUTERS/Mark Blinch

    TEMPO.CO, JakartaRenault mengajukan protes resmi ke FIA mempertanyakan aspek legalitas mobil balap tim Racing Point setelah performa kuat tim rival itu di Grand Prix Styria, Austria, Minggu, 12 Juli 2020.

    Dua anggpta tim Racing Point, pembalap Meksiko Sergio Perez finis di posisi keenam dan Lance Stroll asal Kanada di urutan ketujuh, mengalahkan pembalap Renault Daniel Ricciardo di posisi kedelapan.

    Steward lomba menyatakan protes tersebut terkait dugaan pelanggaran regulasi Formula 1 tentang desain dan outsourcing suku cadang yang terdaftar.

    Singkatnya, Renault menganggap Racing Point menggunakan desain dengan sejumlah elemen yang tidak didesain oleh tim itu sendiri, demikian laman resmi Formula 1.

    Racing Point mengakui jika mobil RP20 yang bermesin Mercedes itu, juga dipasang gear box serta suspensi belakang dari Mercedes, meniru mobil yang digunakan Lewis Hamilton saat merebut gelar musim 2019.

    Kemiripan desain mobil yang dijuluki "pink Mercedes" itu pun telah membuat sejumlah tim tidak senang.

    FIA akan menyita dan menyegel saluran udara rem depan dan belakang mobil Racing Point untuk dianalisa.

    Tim pabrikan Mercedes, yang menyediakan mesin dan gear box  untuk Racing Point juga diperintahkan untuk menyerahkan brake duct yang dipakai di mobil mereka musim lalu untuk perbandingan.

    Renault dan Racing Point --dulu bernama Force India-- telah beberapa kali saling protes terkait regulasi seperti ketika poin tim Renault dicopot dari Grand Prix Jepang menyusul protes yang diajukan Racing Point yang bermarkas di Silverstone itu.

    Protes Racing Point terkait sistem bias rem Renault dikabulkan saat itu.

    Renault finis peringkat lima musim lalu, sedangkan Racing Point ketujuh.

    Setelah dua balapan musim ini berlangsung, Racing Point mengemas 22 poin sementara Renault baru delapan.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.