Turnamen Sumo di Jepang Boleh Dihadiri Penonton

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang pegulat sumo sedang berlatih. Dalam olahraga sumo tubuh besar dan gemuk dibutuhkan untuk mengalahkan lawan dengan cepat, pada zaman dulu seringkali pesumo sering bertarung sampai mati akibat peraturan yang masih sedikit. Osaka, jepang. 1 Maret 2007. MyLoupe/UIG Via Getty Images.

    Dua orang pegulat sumo sedang berlatih. Dalam olahraga sumo tubuh besar dan gemuk dibutuhkan untuk mengalahkan lawan dengan cepat, pada zaman dulu seringkali pesumo sering bertarung sampai mati akibat peraturan yang masih sedikit. Osaka, jepang. 1 Maret 2007. MyLoupe/UIG Via Getty Images.

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Sumo Jepang (JAS) mengumumkan pada Senin bahwa para penggemar akan kembali diizinkan menonton turnamen sumo yang akan dimulai Juli di Tokyo, meski belakangan jumlah kasus virus corona di ibu kota melonjak.

    Dilansir dari AFP, Senin, ada sekitar 2.500 penonton atau 25 persen dari kapasitas ruangan yang nantinya bakal diizinkan masuk per hari untuk menonton turnamen tahunan yang berlangsung selama 15 hari itu.

    Turnamen ini akan menjadi “basho” atau turnamen olahraga kuno pertama Jepang yang digelar sejak Januari. Biasanya ada enam kejuaraan sumo yang diselenggarakan setiap tahunnya.

    Pada pelaksanaannya, panitia nantinya akan menerapkan protokol kesehatan, di antaranya kewajiban memakai masker, tidak berteriak dan tidak bersalaman dengan para pegulat sumo.

    Sebelumnya, JAS telah menggelar turnamen Maret lalu tanpa penonton. Para pesumo harus menjalani serangkaian tes seperti cek suhu tubuh. Panitia juga menghilangkan beberapa tradisi yang lekat dengan sumo, seperti pemberian air minum dari pemenang ke pesumo yang kalah.

    Namun menyusul adanya kebijakan pemerintah soal status darurat COVID-19, salah satu turnamen bergengsi Summer Grand Sumo Tournament yang diagendakan berlangsung Mei terpaksa dibatalkan.

    JAS kemudian mempertimbangkan untuk tetap menyelenggarakan kompetisi selanjutnya tanpa penonton. Namun asosiasi telah memutuskan untuk melibatkan penonton dengan menerapkan langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah penularan virus di dalam ruangan.

    Sebetulnya ini bukan kali pertama Jepang mengizinkan penonton masuk stadion untuk menonton sebuah kompetisi olahraga profesional.

    Sejak pekan lalu, sebagian kecil penonton telah diizinkan masuk stadion pada pertandingan bisbol dan liga sepak bola profesional Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.