Boleh Main di Liga Champions, De Bruyne Ingin Tetap di Man City

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City Kevin De Bruyne. Reuters

    Pemain Manchester City Kevin De Bruyne. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Manchester City, Kevin de Bruyne, mengaku puas dengan keputusan Badan Arbitrasi Olahraga (CAS) yang mengabulkan banding terhadap larangan bermain di Liga Champions Eropa, musim depan. Ia pun memberi isyarat bahwa dirinya akan bertahan di klub tersebut apabila Man City tetap berlaga di kompetisi Eropa musim mendatang.

    Menurut agen De Bruyne, Patrick De Koster, pemain tim nasional Belgia itu sangat senang dengan berita yang City akan bermain di Liga Champions pada 2020/2021. Ia menawarkan klub untuk mempertahankannya musim panas ini. "Setelah vonis CAS, Kevin sangat senang, sangat puas. Tapi, jika Anda dilarang dari Liga Champions pada usia itu, Anda harus berpikir lagi," kata dia, Selasa, 14 Juli 2020.

    De Koster menambahkan bahwa pembahasan tentang kontrak masih melihat situasi terakhir klub untuk menyelesaikan sengketa di Badan Arbitrase Olahraga. "Dia sekarang memiliki kontrak tiga tahun di Manchester, dan dia merasa semua baik-baik. Mereka juga selalu baik dengannya. Selain itu, jumlah klub yang dapat membayarnya tidak terlalu banyak," ujar dia.

    Namun, De Koster mengatakan kompetisi Liga Champions tidak penting untuk De Bruyne untuk tetap tinggal di Manchester. Ia akan meminta kehati-hatian, atas saran De Bruyne, untuk membuka pebahasan tentang kontrak baru yang melewati kesepakatan akhir kontrak pada 2023. “Dia melihat partisipasi di Liga Champions musim depan terutama sebagai bonus. Tapi keputusan itu tidak lebih berarti baginya. Bukan itu masalahnya bahwa kami sekarang akan menandatangani kontrak baru di Manchester besok," ujar De Koster.

    Larangan dua tahun berkompetisi di kancah sepak bola Eropa, termasuk Liga Champions, oleh UEFA kepada Manchester City dicabut setelah CAS mengabulkan banding City. CAS memutuskan bahwa City tidak melanggar aturan financial fair play (FFP) karena menyamarkan pendanaan ekuitas sebagai dana sponsor. Namun CAS mengenakan denda 10 juta euro karena City tidak kooperatif dengan UEFA.

    Pada Februari lalu, UEFA mengenakan denda 30 juta euro (Rp491 miliar) kepada City serta menangguhkan keikutsertaan mereka dari kompetisi Eropa selama dua musim. City sudah memastikan runner-up Liga Premier musim ini sehingga otomatis seharusnya sudah lolos ke Liga Champions musim depan, namun mereka sempat harus menunggu putusan CAS ini.

    MANCHESTER EVENING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.