PBSI Home Tournament, Nita / Putri Kalahkan Febi / Nethania

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nita Violina Marwah / Putri Syaikah dalam PBSI Home Tournament. Doc. TIM PBSI.

    Nita Violina Marwah / Putri Syaikah dalam PBSI Home Tournament. Doc. TIM PBSI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda putri Nita Violina Marwah / Putri Syaikah masih menjadi yang terkuat di grup L ganda putri PBSI Home Tournament. Nita / Putri, yang merupakan unggulan kedua, memenangkan laga pertama atas Febi Setianingrum / Nethania Irawan dalam dua game langsung dengan skor 21-14, 21-14.

    Dalam penampilan perdana di turnamen internal bulu tangkis ini, Nita / Putri merasa masih belum tampil seratus persen. Di awal permainan, mereka membuat banyak membuat kesalahan-kesalahan sendiri yang menguntungkan Febi/Nethania.

    "Kalau penyesuaian lapangan sih kemarin kan sudah coba lapangan, sudah dapat penyesuaiannya. Tapi sambungan bola belakangnya masih kurang pas," kata Nita seusai pertandingan di PBSI Cipayung, Rabu, 15 Juli 2020.

    Menurut Nita, "Lawan nggak gampang dimatikan, apalagi kalo adu drive, mereka kuat. Febi / Nethania main cukup bagus, enggak gampang menembus mereka hari ini."

    Nita/Putri memasang target untuk lolos ke putaran final. Namun mereka ingin fokus ke satu demi satu pertandingan terlebih dahulu. "Kami mau siapkan fokusnya dan siap untuk capek. Untuk target, maunya sih ke final," tutur Nita. "Yang penting kasih yang terbaik, apalagi sudah lama nggak tanding. Step by step dulu, kami mau mengembalikan hawa pertandingan dulu."

    Nita / Putri menghuni grup L PBSI Home Tournament bersama Febi / Nethania dan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari. Laga antara Nita / Putri melawan Jesita / Lanny akan dilangsungkan besok, Kamis, 16 Juli 2020.

    BADMINTON INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.