PBSI: Lim Swie King Penyelundup Lobster Bukan Legenda Badminton

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri ke kanan, mantan juara dunia bulutangkis Lim Swie King, aktris Nia Zulkarnain danaktor Ari Sihasale saat peluncuran perdana film nasional berjudul

    Dari kiri ke kanan, mantan juara dunia bulutangkis Lim Swie King, aktris Nia Zulkarnain danaktor Ari Sihasale saat peluncuran perdana film nasional berjudul "King: his spirit is in my soul", di Jakarta,(2/2). ANTARA/Jefri Aries

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat PBSI menegaskan bahwa Lim Swie King yang ditangkap polisi karena kasus dugaan penyelundupan lobster bukan mantan legenda bulu tangkis Indonesia.

    Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto mengatakan pihaknya telah mencari tahu perihal penangkapan orang bernama Lim Swie King. "Tapi bukan Lim Swie King mantan atlet bulu tangkis," kata Budiharto saat dihubungi, Rabu, 15 Juli 2020.

    Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Bareskrim Mabes Polri menangkap Kusmianto alias Lim Swie King alias Aan atas dugaan penyelundupan benih lobster ke luar negeri.  Lim ditangkap pada 5 Juni 2020 dengan barang bukti 73.200 ekor benih lobster atau benur.

    Berkas Lim telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kepolisian dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Kasus ini pun selanjutnya ditangani di wilayah hukum Polda Jambi dan Jawa Timur.

    Lim Swie King, 64 tahun, adalah legenda bulutangkis nasional, yang menggantikan posisi Rudy Hartono sebagai pemain nomor satu dunia, dengan menjuarai All England 3 kali.

    Swie King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok  1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara.

    Lim Swie King juga pernah main film sebagai aktor utama dalam Sakura dalam Pelukan sebelum gantung raket pada 1988.

     IRSYAN HASYIM I ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.