Lewis Hamilton Ingin Format Balapan F1 yang Lebih Kreatif

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi Lewis Hamilton di atas podium setelah memenangkan balapan Formula Satu F1 - Grand Prix Steiermark di Sirkuit Red Bull, Spielberg, Styria, Austria, Ahad, 12 Juli 2020. REUTERS/Leonhard Foeger

    Selebrasi Lewis Hamilton di atas podium setelah memenangkan balapan Formula Satu F1 - Grand Prix Steiermark di Sirkuit Red Bull, Spielberg, Styria, Austria, Ahad, 12 Juli 2020. REUTERS/Leonhard Foeger

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton telah meminta Formula 1 untuk lebih kreatif menyusun format balapan untuk tuan rumah Formula 1 musim 2020. Menurut dia, variasi balapan ini didasari dengan adanya beberapa seri F1 yang diadakan di satu sirkuit yang sama. "Saya pasti berpikir kita harus mencoba menjadi lebih kreatif mungkin, tetapi saya tidak tahu apa itu," kata Hamilton dikutip dari Motorsport, Kamis, 16 Juli 2020.

    F1 mengadakan seri balap dengan menggunakan sirkuit yang sama untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. Pada musim 2020, balapan dengan konsep doubleheader ini berlangsung di dua seri pembuka di Sirkuit Red Bull Ring GP Austria dan SP Styria. Langkah ini menjadi bagian dari rencana untuk meningkatkan kalender balap 2020 setelah pandemi yang membuat 10 seri balapan dibatalkan.

    Pada seri berikutnya, Formula 1 dengan balapan doubleheader ini akan dilakukan di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada Agustus mendatang. Seri balap di Bahrain juga masih dalam pertimbangan oleh otoritas F1. "Saya tidak punya jawaban untuk itu, tetapi hanya menggeser posisi mobil saja itu tidak akan membuat perbedaan, secara harfiah tidak ada perbedaan bagi kami," ujar Hamilton, juara dunia tujuh kali Formula 1 itu.

    Ia juga berkaca pada peristiwa hanya satu pembalap yang menyelesaikan balapan di Austria pada posisi yang sama, yaitu Sergio Perez yang konsisten berada di urutan keenam. Menurut Hamilton, seri balap F1 seharusnya memiliki banyak variasi meskipun dilakukan di lintasan yang sama. Pada GP Styria, Hamilton adalah juaranya.

    Kata pembalap asal Inggris itu, "Ini pertanyaan tentang format. Jika Anda akan melakukan back-to-back, itu tentu memalukan karena kami tidak dapat membalikkan sirkuit dan pergi ke arah lain, tetapi jelas itu tidak pernah ada dalam rencana permainan ketika merancang sirkuit ini. "

    Balapan kedua di Silverstone pada 9 Agustus, para pembalap akan melihat Pirelli dalam menawarkan pilihan ban yang lebih lunak sebagai variasi. Adapun gagasan mengubah tata letak sirkuit juga telah diusulan untuk seri GP Bahrain, yang memiliki konfigurasi sirkuit oval yang digunakan untuk IndyCar. Hamilton mengaku senang dengan usulan balapan terbalik terus dipertimbangkan, meski berpotensi terjadi kekacauan.

    "Jika kami lolos di depan, dan Anda membiarkan kami bertahan, itu akan sedikit sulit. Aku ingin tahu apakah ada seri lain yang melakukan hal berbeda yang bisa kita lihat bersama. Kami memiliki dua balapan di Silverstone dan kami pasti bisa melakukan sesuatu untuk meningkatkannya," ujar Hamilton. Sementara itu, Mercedes juga kemungkinan tidak setuju dengan usulan pembalapnya tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.