Pelatnas Panahan: PB Perpani Cari Tambahan Dana Lewat Kemitraan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan putri Indonesia Diananda Choirunisa menembakkan sasaran saat mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) mendaftarkan 16 atlet untuk mengikuti SEA Games 2019 Filipina. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Atlet panahan putri Indonesia Diananda Choirunisa menembakkan sasaran saat mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019. Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) mendaftarkan 16 atlet untuk mengikuti SEA Games 2019 Filipina. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaPengurus Besar Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PB Perpani) akan mencari dana tambahan baik dari pihak pemerintah maupun swasta untuk kebutuhan Pelatnas dalam menghadapi berbagai kejuaraan internasional tahun depan.

    "Nanti kita cari pihak kemitraan. Kita akan coba kerja sama dengan beberapa instansi, karena kalau kita andalkan (anggaran) yang punya Kemenpora takutnya ga maksimal," kata Sekjen PB Perpani Nyak Amir kepada Antara dari Jakarta, Sabtu.

    Sebelumnya, Kemenpora telah mengucurkan dana sebesar Rp 3,9 miliar untuk pelaksanaan Pelatnas untuk panahan. Dana itu diperuntukkan sebagai fasilitas pelatnas Olimpiade Tokyo.

    Dari pengajuan awal, Perpani berharap anggaran pelatnas bisa cair Rp 7,6 miliar. Angka tersebut akan digunakan untuk dua program Pelatnas yang terbagi dalam tim untuk Olimpiade Tokyo 2021 dan tim SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam.

    Namun anggaran yang diberikan hanya Rp 3,9 miliar maka Perpani hanya akan memfokuskan dana tersebut pada pelaksanaan pelatnas Olimpiade yang mulai digelar 2 Agustus.

    "Selain untuk Pelatnas ini dan juga mengikuti eveny-event seperti SEA Games dan Asian Games. Kita perlu sponsorship karena memang yang diberikan pemerintah sangat sedikit," kata dia.

    Di samping untuk kebutuhan Pelatnas, sponsorship ini juga melingkupi aspek pengembangan olahraga panahan di Indonesia. Perpani berencana akan menggelar berbagai turnamen skala nasional serta mengaktifkan kejuaraan-kejuaraan klub panahan mulai tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.

    "Di samping itu, kita sudah rancang program panahan rekreasi dan hiburan. Kita coba untuk mengembangkan panahan di tempat wisata, di mal-mal, di samping itu ada program industri panahan yang orientasinya bisnis," kata dia.

    Menurut Nyak Amir, proposal-proposal untuk mendukung program Perpani ini akan coba ditawarkan baik kepada pemerintah maupun pihak swasta yang tertarik mengembangkan olahraga panahan.

    Dengan sederet program yang menyasar untuk kebutuhan prestasi dan rekreasi itu, Perpani berharap olahraga panahan kian digemari di Indonesia sehingga bakal muncul atlet-atlet muda yang bisa terus mengharumkan nama bangsa.

    "Program-program ini akan kita tawarkan ke pemerintah dan swasta. Nanti ada formula kerja sama yang kita tawarkan di proposal, ada sponsorship penuh, sponsorhip beberapa instansi yang istilahnya hak dan kewajiban sudah kita tuangkan dalam proposal," kata dia.

    "Tujuan kita ingin mengembalikan kejayaan panahan yang kedua menjadi olahraga masyarakat dan ingin industrialisasi panahan, dan sebagai olahraga rekreasi," ujar Nyak Amir menambahkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.