Saifi Rizka Nur Hidayah Rebut Juara 3 PBSI Home Tournament

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saifi Rizka Nur Hidayah dalam PBSI Home Tournament. Doc. TIM PBSI.

    Saifi Rizka Nur Hidayah dalam PBSI Home Tournament. Doc. TIM PBSI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Saifi Rizka Nur Hidayah berhasil merebut peringkat ketiga tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Ia berhasil berada di tempat ketiga setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum melalui tiga game dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

    Kekalahan di game pertama tak membuat Saifi patah semangat. Ia mengubah strategi dengan mempercepat permainan dan berhasil mengunci pergerakan Asti di game kedua dan game ketiga.

    Dalam pertandingan itu, Asti tertinggal 7-11 di interval game kedua. Ia banyak melakukan kesalahan sendiri. Sejumlah kesempatan pun gagal dimanfaatkan Asti untuk memperoleh angka. "Di game kedua saya mengubah pola main jadi lebih agresif, lawan banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya terbawa irama permainan lawan yang lambat di game pertama," kata Saifi soal permainan di PBSI Cipayung, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020.

    Pemain kelahiran 24 Desember 2002 ini tak menyangka dirinya bisa meraih peringkat ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Sebagai pemain muda, ia mengatakan  usahanya untuk menikmati pertandingan dan main tanpa beban menjadi faktor kunci meraih capaian yang cukup baik di turnamen bulu tangkis internal ini.

    "Memang targetnya bisa main bagus, tidak memikirkan menang atau kalah dulu. Saya merasa bisa main lepas di home tournament ini," ujar Saifi Rizka yang mengidolakan Tai Tzu Ying, pemain tunggal putri asal Taiwan.

    Menurut dia, hasil ini adalah hasil positif setelah baru bergabung bersama pelatnas bulu tangkis pada awal 2020. "Saya baru masuk pelatnas, saya merasa senang bisa latihan bersama pemain-pemain senior di sini termasuk kak Gregoria (Gregoria Mariska Tunjung). Selanjutnya saya berharap bisa ikut WJC (World Junior Championships) tahun depan dan ingin juara," kata Saifi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.