Fabio Quartararo Luar Biasa, tapi Belum Lewati Rekor Marquez

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo di atas podium MotoGP Spanyol di Sirkuit de Jerez, Jerez, Spanyol, Ahad, 19 Juli 2020. Fabio berhasil mempertahankan keunggulan semenjak mengawali balapan dari start terdepan. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    Selebrasi pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo di atas podium MotoGP Spanyol di Sirkuit de Jerez, Jerez, Spanyol, Ahad, 19 Juli 2020. Fabio berhasil mempertahankan keunggulan semenjak mengawali balapan dari start terdepan. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    TEMPO.CO, Jakarta Fabio Quartararo dinilai sebagai pembalap Prancis tersukses di MotoGP setelah merebut kemenangan keduanya musim ini secara beruntun di Sirkuit Jerez, Minggu, 26 Juli 2020.

    Pembalap tim Petronas Yamaha itu kini memiliki poin maksimal 50 untuk memuncaki klasemen sementara setelah Grand Prix Andalusia, mengungguli pembalap tim pabrikan Yamaha Maverick Vinales yang terpaut 10 angka, demikian laman resmi MotoGP.

    Pada usia 21 tahun 97 hari Quartararo juga menjadi pembalap termuda kedua yang menjuarai dua seri beruntun di kelas premier setelah Marc Marquez (20 tahun 154 hari), ketika itu di seri Jerman dan Amerika Serikat pada tahun 2013.

    Quartararo memenangi kedua balapan itu dengan sempurna, memanfaatkan dua pole position, serta menyintas kondisi trek yang sangat panas di Jerez bulan ini.

    "Sangat berat, memimpin 25 lap dengan suhu seperti ini... Aku rasa ini adalah balapan tersulit di hidupku, jujur," kata Quartararo setelah menjuarai GP Andalusia.

    "Suhunya sangat panas, tak ada udara, tangan dan kakiku sangat panas.

    "Ini sangat sulit tapi jujur aku merasa baik dengan motorku. Apa yang sulit di MotoGP terkadang adalah kondisinya, dari satu ke yang lainnya.

    "Dari pekan lalu kondisinya berbeda, kami harus beradaptasi dengan cepat. Aku rasa itu hal yang paling sulit di Jerez.

    Pekan lalu di Grand Prix Spanyol, Quartararo menjadi pembalap termuda kedelapan yang memenangi balapan kelas premier ketika menjuarai seri pembuka musim MotoGP yang sempat tertunda pandemi COVID-19 itu. Kemenangan itu sekaligus kali pertama bagi seorang pembalap tim satelit Yamaha.

    Pembalap bernomor 20 itu juga menjadi anggota tim Yamaha pertama yang memenangi lomba dari pole position sejak terakhir kali rekor itu diciptakan oleh Jorge Lorenzo di Valencia pada 2016.

    Dia juga menjadi pembalap Prancis pertama yang menjuarai Grand Prix dalam 20 tahun terakhir ini sejak Regis Laconi di Valencia 1999.

    Seri ketiga MotoGP Republik Cek akan dihelat pada 9 Agustus di Brno, trek yang kurang bersahabat dengan Yamaha dalam beberapa tahun terakhir.

    Quartararo bakal harus mengantisipasi Marc Marquez jika pembalap Honda itu telah pulih dari cedera yang ia alami di dua balapan pertama musim ini.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.