Ketika Sebastian Vettel Mulai Pesimistis Performa Ferrari di Formula 1

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Ferrari Sebastian Vettel mengenakan kaos bertuliskan

    Pembalap Ferrari Sebastian Vettel mengenakan kaos bertuliskan "Hentikan rasisme dan masker sebelum dimulainya balapan Formula Satu atau F1 Steiermark di Sirkuit Red Bull, Spielberg, Styria, Austria, Ahad, 12 Juli 2020. Balapan ini digelar di tengah pandemi gobal virus corona. Mark Thompson/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebastian Vettel mengakui bahwa dia telah gagal meniru keberhasilan Michael Schumacher bersama Ferrari. Namun, ia juga menegaskan bahwa tidak ada penyesalan ketika memutuskan bergabung dengan tim F1 paling sukses tersebut. "Ferrari selalu menjadi impian saya. Pada masa kecil, saya terinspirasi oleh Michael dan saya masih terinspirasi olehnya karena saya pikir dia adalah yang terbaik yang pernah ada," kata Vettel dikutip dari Crash, Selasa, 28 Juli 2020.

    Setelah mengamankan empat gelar dunia berturut-turut di tim Red Bull antara 2010 dan 2013, Vettel memilih untuk bergabung dengan Ferrari. Ketika itu, ia bergarap bisa memperoleh pencapaian juara dunia tujuh kali Schumacher. Namun, pembalap asal Jerman itu tidak mampun mengamankan gelar juara Formula 1 sejak 2015 meski meraih 14 kemenangan dalam satu musim.

    Di musim Formula 1 2020, Vettel pun mulai pesimistis akan dapat menambah rekor kemenangannya setelah mobil SF1000 dianggap tidak kompetitif. Ia juga tampak telah kehilangan gairah setelah resmi akan meninggalkan Ferrari pada akhir musim balap ini. “Saya berharap untuk mengambil beberapa kejuaraan dari Lewis Hamilton sehingga rekor Michael bisa bertahan lebih lama. Sekarang kami agak jauh dari jarak dan saya mencoba dan menghalanginya," katanya.

    Sebastian Vettel pun menambahkan, "Kurasa aku ingin ini bekerja untuk diriku sendiri, lebih dari untuk Michael. Saya pikir melihat ke belakang, misi saya, target saya adalah memenangkan kejuaraan dan kami tidak melakukannya. Jadi dalam hal itu kami gagal. Tapi tetap saja, kami memiliki tahun-tahun yang sangat baik, beberapa highlight dan beberapa balapan yang bagus. Jadi saya tidak menyesalinya."

    Hubungan Vettel dan Ferrari akan berakhir pada musim 2020. Ferrari mengatakan kepada Vettel bahwa ia tidak akan ditawari perpanjangan kontrak untuk 2021. Ferrari bahkan malah mengontrak Carlos Sainz dari McLaren sebagai penggantinya. Masa depan Vettel di F1 akhirnya penuh dengan ketidakpastian, meskipun spekulasi yang menghubungkannya dengan Racing Point telah mengemuka beberapa pekan setelah musim bergulir.

    Sebastian Vettel mengatakan bahwa segala sesuatu tentang masa depannya tampak mungkin. “Saya benar-benar di sini untuk mencapai sesuatu dan saya akan melihat dalam periode waktu berikutnya. Saya pikir itu akan mendorong keputusan saya mengingat keadaan yang tepat, saya merasa seperti itulah keyakinan yang saya miliki bahwa saya bisa sebaik orang lain," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?