Formula 1 2020, Bos Ferrari Mengakui Ada Kesalahan Desain Mobil SF1000

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Formula 1 dari tim Ferrari, Charles Leclerc melakukan uji coba jelang berlangsungnya Grand Prix Formula 1 Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Styria, Austria, 3 Jui 2020. Darko Bandic/Pool via REUTERS

    Pembalap Formula 1 dari tim Ferrari, Charles Leclerc melakukan uji coba jelang berlangsungnya Grand Prix Formula 1 Austria di Red Bull Ring, Spielberg, Styria, Austria, 3 Jui 2020. Darko Bandic/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Ferrari John Elkann mengakui bahwa performa mobil balapnya tidak kompetitif untuk musim balap Formula 1 2020. Ia mengungkapkan apabila mobil SF1000 memiliki kelemahan di strukturnya, khususnya dalam hal aerodinamika, dinamika mobil, dan tenaga mesin yang sering berkurang.

    "Realitanya adalah mobil kami tidak kompetitif. Kalian telah melihatnya di trek dan kalian akan melihatnya lagi. Tahun ini kami tidak kompetitif karena kesalahan desain mobil," kata Elkan, dikutip dari Crash, Selasa 28 Juli 2020.

    Elkan berharap para penggemar bisa bersabar, seperti ketika mereka menyaksikan Michael Schumacher yang bergabung pada 1996 dan baru dapat mempersembahkan gelar tim kuda jingkrak itu pada 2000. Momen itu mengakhiri 21 tahun puasa gelar tim kuda jingkrak itu. "Kami memiliki serangkaian kelemahan struktural yang telah ada selama beberapa waktu dalam aerodinamika dan dinamika kendaraan. Kami juga kehilangan tenaga mesin," ujar dia.

    Scuderia Ferrari merupakan tim tertua dan paling sukses di F1. Namun, mereka masih berada di bawah performa di tiga seri awal Formula 1 musim ini. Ferrari masih terjebak di peringkat lima klasemen konstruktor setelah tiga balapan tersebut. Meski begitu, Elkann menyatakan bakal tetap menaruh kepercayaan kepada Mattia Binotto untuk membawa tim Formula 1 mereka bangkit di musim 2022 ketika regulasi baru diterapkan.

    Ferrari merupakan runner-up Formula 1 musim lalu. Mereka di bawah Mercedes, yang telah menang enam musim secara beruntun merebut gelar pembalap dan konstruktor. Tahun ini, tim pabrikan Jerman itu sedang mengincar gelar ketujuh mereka. "Binotto telah mengepalai tim satu tahun terakhir. Dia memiliki karakteristik dan keterampilan untuk memulai siklus kemenangan baru tahun 2022," ujar Elkann.

    Ferrari, yang terakhir kali merebut gelar pada 2008, telah empat kali berganti kepala tim dalam enam tahun terakhir. Selain mengungkap bahwa Binotto mendapat dukungan penuh tim bermarkas di Maranello, Italia itu, Elkann meyakini perombakan regulasi besar-besaran juga akan berpengaruh pada performa tim. Regulasi yang seharusnya diterapkan pada 2021, terpaksa diundur hingga 2022 karena pandemi. Ferrari pun masih akan menggunakan mobil mereka tahun ini untuk musim depan.

    Kehadiran dua pembalap muda, Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr, pun turut membangun optimisme Ferrari. Carlos Sainz, menggantikan posisi Sebastian Vettel, juara dunia empat kali, dari McLaren. "Dia bersama Ferrari ketika masih ditangani mantan bos tim Jean Todt dan Michael Schumacher, dia tahu bagaimana untuk menang dan mulai tahun depan dia akan bekerja dengan dua pembalap muda yang sama ambisiusnya dengan kami," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.