28 Tahun Lalu: Susy Susanti, Alan, dan 2 Emas dari Marbella, Barcelona

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alan Budikusuma dan Susy Susanti. (instagram/@susysusantiofficial)

    Alan Budikusuma dan Susy Susanti. (instagram/@susysusantiofficial)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung tertutup The Pavello de la Plaza Mar Bella, Barcelona, Catalonia, 28 tahun lalu. Tepatnya saat Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona, 28 Juli-4 Agustus. Itu hari-hari bersejarah  bagi olahraga Indonesia, karena untuk pertama kalinya berhasil membawa pulang medali emas Olimpiade. Susy Susanti dan Alan Budikusuma

    Dari arena pertandingan bulu tangkis The Pavello de la Plaza Mar Bella, yang terletak di kawasan wisata pantai di Barcelona, Alan Budikusuma dan Susy Susanti sukses mengawinkan dua medali emas tunggal putra dan putri pada Olimpiade Barcelona 1992.

    Susy yang saat itu berusia 22 tahun berhasil mengalahkan pemain Korea Selatan, Bang Soo-hyun dengan skor 5-11, 11-5, 11-3. Berselang satu jam satu jam kemudian, Alan Budikusuma mengalahkan Ardy B. Wiranata 15-12, 18-13.

    Wartawan dari Indonesia saat itu, tak lebih dari 15 orang, bersukacita. Rekan yang tidak mendapat ID Card atau kartu identitas peliput Olimpiade 1992 dan mesti bekerja dari kantor pers swasta di dekat Stadion Montjuic, pada final cabang bulu tangkis Olimpiade 1992, mendapat kartu identitas khusus untuk bisa meliput perjuangan Susy, Alan, Ardy, dan kawan-kawan atas rekomendasi IGK Manila yang saat itu menjadi pengurus Kontingen Indonesia.

    Dalam suasana euforia, para wartawan dari Indonesia seakan-akan mendominasi acara jumpa pers Susy Susanti setelah pertandingan. Bahkan, seorang rekan perlu meminta maaf dan minta izin dulu kepada belasan wartawan asing yang hadir di ruangan pers, untuk bertanya kepada Susy dalam bahasa Indonesia.

    Kesuksesan memboyong dua medali ini membuat Indonesia kala itu menjadi negara Asia ketujuh yang mampu menggapai prestasi tertinggi di arena Olimpiade.

    Selain Susy Susanti, Indonesia juga memperoleh satu medali perak yang dipersembahkan pasangan ganda putra Eddy Hartono dan Gunawan. Pasangan ini harus puas di urutan kedua setelah kalah dari pasangan Korea Park Joo-bong dan Kim Moon-soo dengan skor 11-15. 7-15. Selain itu, Kontingen Merah Putih meraih medali perunggu melalui tunggal putra Hermawan Susanto Secara total, bulu tangkis Indonesia mendapatkan dua emas, dua perak, dan satu medali perunggu.

    IRSYAN HASYIM | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.