Target di Piala Uber Perempat Final, Susy Susanti: Bukan Pesimis tapi Realistis

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia yang akan dikirim ke Piala Uber 2020. (Badmintonindonesia.org)

    Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia yang akan dikirim ke Piala Uber 2020. (Badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menyebutkan Tim Piala Uber Indonesia sebagai unggulan kelima dipatok mampu mencapai babak perempat final.

    "Kita akan kerja keras lah, minimal untuk Uber masuk 8 besar, semifinal aja sudah bagus. Itu sudah melewati targeth," kata Susy kepada Tempo, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Susy menyebutkan target yang diberikan kepada Gregoria Mariska Tunjung dkk itu sudah cukup realistis. Menurut dia, prestasi atlet putri dalam ajang perorangan menjadi patokan utama memberikan target di ajang Piala Uber.

    "Bukan kita pesismis, tapi melihat kekuatan, kita harus realistis," ucap peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

    Untuk komposisi tim, Susy masih mengandalkan pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di sektor ganda. Untuk tunggal, Gregoria Mariska Tunjung menjadi tumpuan Tim Merah Putih.

    "Greys/Apri kan memang rangking paling tinggi di Indonesia, di dunia dia pun masuk lima besar, pasti masuk dalam tim inti kita. Gregoria memang dia pemain putri terbaik kita, tidak mungkin kita ganti dengan pemain yang belum ada pengalaman," kata Susy Susanti.

    Sebelumnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah merilis hasil undian Piala Uber 2020. Proses pengundian ditayangkan secara langsung oleh BWF dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin lalu.
    Tim Uber Indonesia yang ada di posisi kelima daftar unggulan, menempati grup B bersama Korea, bersama Korea, Malaysia dan Australia.

    Berikut hasil undian grup Piala Uber 2020:

    Grup A: Jepang, Taiwan, Mesir, Spanyol

    Grup B: Korea, Indonesia, Australia, Malaysia

    Grup C: Thailand, Denmark, Skotlandia, Kanada

    Grup D: Cina, India, Perancis, Jerman 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.