Djoko Santoso Didukung 20 Pengurus Daerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengurus Daerah PBSI DKI Jakarta secara resmi memberikan dukungan bagi Jenderal Djoko Santoso untuk dicalonkan menjadi ketua umum PB PBSI. "Kami telah menerima suratnya," kata Sekretaris Jenderal PB PBSI M.F. Siregar di kantornya, Kamis (25/9).

    Pengda DKI Jakarta menjadi pendukung Djoko Santoso yang ke-20. Mutjiono S.K., Sekretaris Pengda Jakarta menegaskan, keputusan ini diambil dalam Musyawarah Kerja Daerah pada 20 September silam. "Ini merupakan suara yang dibawa Pengda DKI, keputusannya seperti itu," kata dia.

    Sebelumnya, kata Siregar, beberapa Pengda juga telah memberikan dukungan. Beberapa di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

    Djoko Santoso masih menjadi calon tunggal untuk pengganti posisi Sutiyoso pada periode 2008-2012. Siregar menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada calon lain yang diusulkan. "Sampai saat Munas (Musyawarah Nasional) berlangsung pun usulan akan tetap diterima," ucap Siregar.

    Siregar, yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana Munas, menegaskan yang terpenting dukungan yang diberikan dapat sesuai dengan aturan berlaku. "Itu nanti yang akan diatur dalam tata tertib Munas," katanya menjelaskan. Siregar pun menegaskan, segala bentuk teknis pemilihan atau pun pencalonan akan baru diatur sepenuhnya dalam Munas.

    Yang jelas, kata dia, calon ketua umum harus memenuhi kriteria yang tercantum dalam pasal 13 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PB PBSI. Secara garis besar pasal itu menekankan calon pengurus haruslah merupakan orang yang mempunyai perhatian besar pada perbulutangkisan Indonesia.

    Ezther Lastania


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.