Brad Binder Juara MotoGP Republik Cek, Johann Zarco Tak Menyesal Tinggalkan KTM

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Reale Avintia Racing Johann Zarco (kiri) menjalani tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (24/2/2020) (ANTARA/MotoGP.com)

    Pembalap tim Reale Avintia Racing Johann Zarco (kiri) menjalani tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (24/2/2020) (ANTARA/MotoGP.com)

    TEMPO.CO, JakartaJohann Zarco mengatakan tidak menyesali keputusannya untuk meninggalkan tim KTM pada 2019 seusai Brad Binder meraih podium utama pada seri balap MotoGP Republik Cek, akhir pekan lalu. Ia kagum dengan kehebatan pembalap asal Afrika Selatan dalam balapan tersebut.

    “Brad melakukan pekerjaan yang tidak bisa saya lakukan tahun lalu dan saya senang untuknya dan KTM. Tidak ada penyesalan sama sekali, haruskah saya lebih sabar atau tidak? Tidak, tahun lalu saya berjuang untuk melakukan berbagai cara untuk diri saya sendiri, keputusan besar untuk mendapatkan kebebasan dan setuju dengan diri saya sendiri, karena saya mendapatkan uang untuk melakukan sesuatu dan saya tidak setuju dengan itu," kata Zarco, dikutip dari Crash, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Pembalap asal Prancis itu dikabarkan mengalami perpecahan dengan KTM setelah meneken kontrak dua tahun. Zarco mengatakan dirinya tidak bisa beradaptasi dengan gaya yang dibutuhkan KTM untuk mendapatkan hasil maksimal dari motornya RC16. Saat ini, Zarco berstatus underdog bersama tim Avintia Racing dan mendapatkan posisi terdepan dalam pole position dan berada di posisi ketiga di Sirkuit Brno.

    Kembalinya Zarco ke podium disertai dengan penetrasi Brad Binder bersama KTM. Binder dipromosikan menggantikan Zarco untuk MotoGP 2020. Zarco, dengan tegas, menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki keraguan untuk pergi dari KTM. “Saya harus jujur dengan KTM, memberi tahu mereka bahwa saya tidak ingin melakukan ini dan saya lebih memilih berhenti daripada melakukan balapan dengan buruk. Jadi ini merupakan langkah besar tetapi ketika saya mendapatkan peluang bersama Ducati lagi, saya mendapat perasaan yang berbeda," ujar dia.

    Zarco pun memuji kinerja Brad Binder dalam tiga seri balap MotoGP. Menurut dia, KTM beruntung memiliki pembalap seperti Brad Binder. "Itu sempurna untuk KTM, mereka memiliki Brad, dia menunjukkan di Moto2 dan dialah orang yang mengatasi masalah untuk memenangkan balapan. Mungkin motornya membuat langkah besar, motor MotoGP tidak pernah sempurna, tapi dia bisa mengendarainya lebih baik dan dia menang,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.