Peraih Tiket Olimpiade Dicoret dari Pelatnas Panahan, Ini Kata KOI

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan, Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa, meraih medali emas SEA Games 2017 nomor beregu campuran. (twitter/@RiauEgaAgatha)

    Atlet panahan, Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa, meraih medali emas SEA Games 2017 nomor beregu campuran. (twitter/@RiauEgaAgatha)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengaku prihatin dengan pencoretan dua atlet panahan peraih tiket Olimpiade Tokyo dari Pelatnas. Kedua atlet itu adalah Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda Choirunisa.

    Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari berupaya untuk melakukan mediasi supaya mendapatkan titik temu antara Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia dengan atlet. "Semoga ada titik temu karena atlet ini berpotensi mendapat prestasi di Olimpiade," kata Oktohari saat dihubungi Tempo, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Meski bakal membantu pertemuan, Oktohari menegaskan pihaknya tidak bakal mencampuri urusan internal PB Perpani. Ia meminta supaya kedua pihak bisa memikirkan prestasi sebagai landasan utama dibanding mengutamakan ego masing-masing. "Sebagai NOC kami tidak memihak siapa-siapa, kami hanya tidak mau Indonesia menjadi rugi karena kejadian ini," ucap dia.

    PB Perpani memutuskan untuk mencoret tiga atlet dari pelatnas Olimpiade Tokyo karena dianggap telah melanggar aturan federasi.

    Ketiga atlet tersebut, yaitu Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa, dan Asiefa Nur Haenza. Riau Ega dan Diananda merupakan peraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021.

    “PB Perpani mencoret nama Saudara/Saudari atlet Pengprov Jawa Timur sebagai atlet Pelatnas Olimpiade 2020 dan mencabut Surat Keputusan Nomor 13 Tahun 2020 tanggal 30 Juni 2020 tentang Penetapan Atlet dan Pelatih Pelatnas Persiapan Olimpiade 2021,” demikian pernyataan surat keputusan yang ditandatangani Ketua Umum PB Perpani Illiza Sa’aduddin Djamal.

    Ketiga atlet tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai atlet yang telah disetujui mendapatkan fasilitas pelatnas berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara PB Perpani dan Kemenpora.

    Alasan PB Perpani mencoret ketiga atlet karena tidak memenuhi panggilan untuk masuk Pelatnas Olimpiade pada 16 Juli 2020.

    Namun atlet tersebut tak kunjung memenuhi pemanggilan sehingga federasi melayangkan surat peringatan pertama pada 2 Agustus 2020 tentang Teguran dan Peringatan I.

    Lantas pada 8 Agustus, PB Perpani menyatakan bahwa ketiga atlet telah dicoret dan akan digantikan oleh atlet lain sebagai atlet pelatnas Olimpiade.

    “Dikarenakan Saudara/Saudari tidak memenuhi pemanggilan PB Perpani untuk mengikuti Pelatnas Olimpiade Tokyo, dan tidak taat dengan aturan dan keputusan PB Perpani, serta telah menyampingkan kepentingan negara, maka PB Perpani akan memproses sanksi kepada Saudara/Saudari sesuai dengan ketentuan AD/ART dan kebijakan PB Perpani,” tulis surat tersebut.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.