Eko Yuli: Peraih Medali Olimpiade Belum Merdeka karena Tak Dapat THT

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) menyalami dan memberi buku tabungan kepada lifter Eko Yuli Irawan (kiri) saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. Pemerintah memberi bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam Asian Games 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) menyalami dan memberi buku tabungan kepada lifter Eko Yuli Irawan (kiri) saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. Pemerintah memberi bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam Asian Games 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter Eko Yuli Irawan mengatakan tunjangan hari tua atau THT untuk atlet peraih medali Olimpiade belum terwujud hingga HUT Kemerdekaan RI ke-75.

    Menurut Eko, tunjangan hari tua bagi peraih medali di Olimpiade sebetulnya pernah diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2016, sayangnya itu hanya bertahan satu tahun.

    “Yang belum merdeka untuk para peraih medali di Olimpiade di semua cabang olahraga itu tunjangan hari tua seperti pada 2016, tapi sayangnya 2017 dihentikan,” katanya.

    “Kalau bisa itu berjalan lagi sampai kami tidak ada umur (menjadi atlet) lagi. Itu bisa disebut merdeka bagi para olimpian yang pernah memberikan medali di Olimpiade,” kata Eko saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2020.

    Peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu mengatakan bahwa saat ini jaminan peraih medali Olimpiade baru sekadar pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara jumlah besaran gaji para peraih medali di SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade diukur berdasarkan pendidikan terakhir atlet.

    Padahal, menurutnya, perjalanannya tidak bisa disamaratakan. Para peraih medali di Olimpiade, kata dia, lebih banyak yang mengorbankan pendidikan demi medali. Namun gajinya bisa saja lebih kecil dibandingkan dengan peraih medali di SEA Games dan Asian Games, yang pendidikannya lebih tinggi.

    “Jadi untuk mendapatkan pekerjaan dan pensiunan cukup medali emas SEA Games dan tidak perlu ke Olimpiade,” ucap Eko.

    “Dengan adanya tunjangan hari tua untuk peraih medali Olimpiade bisa menambah motivasi atlet untuk berprestasi di Olimpiade karena itu penghargaan yang luar biasa.”

    Eko Yuli Irawan juga berharap dengan adanya tunjangan hari tua maka ketika seorang atlet memutuskan untuk pensiun, kehidupan mereka setelah selesai menjadi atlet bisa tetap terjamin. Bukan tidak mungkin, mantan atlet juga dapat fokus mendidik calon atlet muda berbakat melalui akademi atau padepokan yang dia punya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H