Tinju Kelas Berat, Dua Motorhome Pisahkan Dillian Whyte dan Alexander Povetkin

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Dillian Whyte Vs Alexander Povetkin  akan bertarung di Inggris, 22 Agustus 2020. (Mark Robinson/Matchroom)

    Dillian Whyte Vs Alexander Povetkin akan bertarung di Inggris, 22 Agustus 2020. (Mark Robinson/Matchroom)

    TEMPO.CO, JakartaDillian Whyte telah menukar jet pribadi senilai 20 juta poundsterling dengan dua karavan di tempat parkir Essex menjelang pertandingan melawan Alexander Povetkin, Sabtu mendatang. Ia terlihat meninggalkan Bandara Faro pada pukul 10.00, Selasa kemarin, dan menurunkan tasnya sendiri di Bandara Southend tepat setelah makan siang.

    Seperti dilaporkan The Sun, Dillian pertama kali berada di landasan untuk melihat petarung kelas berat itu mendarat dengan pesawat jet Embraer Legacy 500 keluaran tahun 2016. Ia menggunakan kacamata hitam dengan topi datar dan menggunakan masker begitu suhu udara turun. Dua motorhome jenis Crusader diparkir tak jauh dari jalan utama. Caravan untuk Whyte menjadi ruang pribadinya untuk tidur dan makan menjelang pertarungan.

    Baca juga : Tinju Dunia: Dillian Whyte Vs Povetkin Partai Kelas Berat Terpenting, Kenapa?

    Dillian Whyte hopes to pack a punch on Saturday - after unpacking his luggage. Credit: NHPIX/The Sun.

    Operasi yang dijalankan oleh promotor tinju dunia Eddie Hearn menjelang pertarungan Dillian Whyte dan Alexander Povetkin dengan memperhatikan protokol kesehatan pandemi virus corona. "Saya tidak khawatir tentang Povetkin, saya khawatir tentang Whyte saat dia mengatakan kepada saya, 'Jika saya melihat orang ini di hotel pada pekan pertandingan, saya tidak dapat bertanggung jawab atas tindakan saya'," kata Eddie, dikutip dari The Sun, Rabu, 19 Agustus 2020.

    Menjelang pertarungan, Whyte dan Povetkin, 40 tahun, mulai bergairah saat terakhir kali bertemu di konferensi pers di Manchester pada awal Maret lalu. Saat itu, mereka mengarahkan kendala bahasa dengan saling bertepuk tangan dan menukar peralatan latihan. Tapi, Hearn mengharapkan pertandingan kelas berat ini menjadi kontes paling penting tahun 2020.

    "Whyte itu semacam ketel ikan yang berbeda. Jika kita tidak memisahkan orang-orang ini, mereka akan berguling menuruni bukit menuju A12. Kami perlu memastikan keduanya dipisahkan," kata dia. "Jadi kami perlu memastikan bahwa kami tidak memiliki masalah. Pisahkan mereka untuk memastikan pertarungan terus berjalan.”

    Baca juga : Setelah Joe Joyce, Daniel Dubois Ingin Menang KO Lawan Dillian Whyte

    Sky Sports melaporkan bahwa raja WBA, IBF dan WBO memiliki hubungan yang naik turun, seperti cinta tetapi saling membenci. Keduanya memiliki rekor pertarungan yang seimbang. Kemungkinan keduanya akan datang melalui gelembung karantina untuk berkomentar secara langsung. "Koridor di hotel ini tidak terlalu besar untuk memuat satu kelas berat, apalagi dua. Berada di ruangan yang sama bukanlah hal yang baik. Mereka sangat menghormati satu sama lain tetapi selalu ada percikan itu," ujarnya.

    Whyte akan mempertaruhkan statusnya sebagai penantang wajib WBC melawan Povetkin pada Sabtu malam, 22 Agustus 2020, di Matchroom's Fight Camp di Brentwood, Inggris. Povetkin, peraih medali emas Olimpiade dan mantan juara WBA, kemungkinan berada dalam kesempatan terakhirnya untuk bersiap merebut gelar juara dunia.

    Pemenang pertarungan akan berada di posisi langsung untuk menantang penyandang gelar kelas berat WBC yang saat ini disandang Tyson Fury, yang akan bertarung melawan Deontay Wilder, Desember mendatang. Baru-baru ini, WBC mempermanis pertandingan Whyte vs Povetkin dengan memberi status pada pertarungan untuk "gelar Diamond" mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?