Bayern Juara, Begini Jurus Hansi Flick Redam Neymar cs di Final Liga Champions

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Bayern Munchen mengangkat pelatih Hansi Flick setelahberhasil menjuarai Liga Champions 2019-2020 dengan menaklukkan PSG 1-9  di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, 23 Agustus 2020. Reuters

    Para pemain Bayern Munchen mengangkat pelatih Hansi Flick setelahberhasil menjuarai Liga Champions 2019-2020 dengan menaklukkan PSG 1-9 di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, 23 Agustus 2020. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaPelatih Bayern Munchen, Hansi Flick, lega timnya mampu menghentikan lini depan Paris Saint-Germain dalam laga final Liga Champions yang mereka menangi 1-0 di Stadion da Luz, Lisbon, Portugal, Senin dinihari WIB.

    Bayern memang dihadapkan pada persoalan untuk membendung lini depan PSG yang dihuni pemain cepat seperti Kylian Mbappe dan Neymar, serta penyerang kreatif dalam diri Angel Di Maria.

    Persoalan itu dijawab dengan baik yang menurut Flick tidak lepas dari penampilan hebat lini belakang timnya di laga tersebut.

    Pelatih itu menurunkan susunan lini belakang seperti biasa. Manuel Neuer jadi andalan di mulut gawang. Di depannya ada Joshua Kimmich, Jerome Boateng (kemudian diganti Niklas Sule), David Alava, dan Alphonso Davies.

    Neuer mampu menghadang peluang Neymar di awal laga, menghentikan tembakan Mbappe jelang turun minum bahkan menghalau penyelesaian Marquinhos dari kesempatan yang diciptakan oleh Di Maria.

    Baca Juga: Bayern Munchen Menjuarai Liga Champions dengan Cara Sempurna

    Bahkan penyerang Bayern, Robert Lewandowski, terlihat beberapa kali membantu rekan-rekannya menggalang pertahanan demi membendung serangan PSG demi menjaga keunggulan di menit-menit akhir pertandingan.

    Kerja kolektif itu berhasil mengantarkan Bayern Munchen meraih trofi Liga Champions keenam.

    "Yang hebat adalah penampilan tim ini, setelah banyak orang bertanya-tanya bagaimana Bayern akan bertahan melawan lini depan impresif PSG," kata Flick dalam komentar pascalaga dilansir laman resmi UEFA.

    "Saya pikir kami cukup baik menjawab persoalan itu. Kami bermain dengan sikap bagus di semua anggota tim, yang sungguh menyenangkan untuk dilihat," katanya.

    Lini belakang Bayern memang tak sepenuhnya berhasil membendung pergerakan Mbappe, Neymar dan Di Maria, tetapi ketika bahaya datang Flick lega timnya punya Manuel Neuer yang disebutnya sebagai kiper terbaik di dunia.

    "Ini laga tempo tinggi dengan banyak kesempatan di kedua sisi gawang. Kami punya kiper terbaik di dunia, Manuel Neuer, dan dia beberapa kali berhasil menjaga peluang tim ini tetap hidup," ujarnya.

    Kesuksesan menjuarai Liga Champions mengantar Bayern menorehkan kembali treble atau trigelar setelah 2013, mengingat sebelumnya Die Bavaria juga sudah menjuara Bundesliga Jerman dan Piala DFB Pokal musim ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.