MotoGP, Monster Yamaha : Rem Standar Motor Maverick Vinales Picu Overheating

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Yamaha, Maverick Vinales. REUTERS/Piroschka Van De Wouw

    Pembalap Yamaha, Maverick Vinales. REUTERS/Piroschka Van De Wouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Monster Energy Yamaha MotoGP mengungkap penyebab masalah rem yang membuat Maverick Vinales harus menjatuhkan diri pada seri balap MotoGP Styria, Ahad kemarin. Direktur tim Monster Yamaha Massimo Meregalli mengatakan masalah Vinales dialami bermula ketika motornya tetap menggunakan sistem rem Brembo standar. Hal itu membuatnya harus menjatuhkan diri di tengah kecepatan motor sekitar 230 km per jam.

    SIstem pengereman Vinales berbeda dengan pembalap Yamaha lainnya. Valentino Rossi, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli beralih ke sistem pengereman depat Brembo yang telah berevolusi setelah masalah overheating di MotoGP Austria, di Red Bull Ring, sepekan sebelumnya. "Apa yang terjadi pada Maverick bukanlah sesuatu yang dapat kami harapkan," kata Meregalli, dikutip dari MotoGP, Senin 24 Agustus 2020.

    Baca juga : MotoGP: Cerita Vinales Loncat dari Motor yang Kemudian Menabrak dan Terbakar

    “Kami memilih menggunakan sistem rem standar karena Brembo membawa evolusi dan Valentino, Fabio, dan Franco menggunakan sistem ini. Maverick tidak melakukannya, karena ia tidak pernah mengalami memiliki masalah di suhu yang sangat tinggi seperti yang dialami pembalap lain akhir pekan lalu dan juga ketika dia mencoba sistem baru, dia tidak memiliki perasaan yang dia cari," ujar Meregalli menambahkan.

    Hal itulah yang membuat Monster Energy Yamaha MotoGP memutuskan untuk menggunakan sistem rem konvensional untuk Vinales. Meregalli menambahkan panas berlebih dalam sistem pengeraman juga bisa terjadi ketika pembalapnya berada di belakang pembalap lain. "Dia tidak dapat mendinginkan sistem dan setelah lap kelima dia merasakan sesuatu tetapi tetap mencoba untuk mengaturnya," kata dia. Sayangnya, usaha Vinales gagal dan harus menjatuhkan diri dan membiarkan motornya terbakar.

    Meregalli menambahkan, saat ini, timnya tengah memahami seting pengereman yang tepat untuk Vinales dan para pembalapnya. Menurut dia, perubahan tersebut tidak akan mudah karena motor Yamaha kini tidak dalam kondisi yang baik. Perubahan sistem pengeraman ini bukan penyelesaian sempurna untuk masalah overheating pembalap Yamaha. "Tetapi saya berharap oleh Misano kami akan menerima lebih banyak informasi dari para teknisi Jepang kami," ujarnya.

    Baca juga : MotoGP Styria : Cerita Alex Marquez Seusai Maverick Vinales Menjatuhkan Diri

    Sementara itu, Valentino Rossi, rekan satu tim Vinales, mengatakan tidak memiliki masalah khussu dengan pengereman setelah perubahan di dua balapan terakhir. "Tentang rem, saya mengalami beberapa masalah pekan lalu. Pekan ini, kami bekerja keras dengan Brembo, kami menggunakan material yang berbeda dari hari Jumat, dan saya tidak memiliki masalah khusus saat balapan dengan rem," ujar dia.

    Valentino Rossi menambahkan, "Trek ini sangat parah dengan pengeremannya. Semua orang menderita. Jika Anda lihat, semua orang memiliki saluran udara besar di rem, juga pabrikan lain. Sepertinya Yamaha lebih menderita, juga karena kami mencoba mengerem apa yang hilang di jalan lurus, karena motor kami lambat, tapi bagus dalam pengereman, jadi kami mencoba mengerem dengan sangat keras, dan kami menekankan rem lebih banyak. Inilah alasan mengapa Yamaha lebih menderita."

    CRASH | MOTOGP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.