Tanpa Marc Marquez, Honda Cetak Rekor Terburuk dalam 38 Tahun

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Repsol Honda Marc Marquez. (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/wsj).

    Pembalap tim Repsol Honda Marc Marquez. (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/wsj).

    TEMPO.CO, Jakarta - Absennya Marc Marquez membuat Tim Honda mencatat rekor terburuk dalam 38 tahun terakhir. HRC tanpa podium terlama, yakni lima seri, di balap MotoGP sejak kembali ke balapan ini tahun 1982.

    Terlalu mengandalkan pada satu pembalap, yakni juara dunia Marc Marquez, harus dibayar mahal oleh Honda. Akibat kecelakaan di seri pertama, pembalap Spanyol ini sudah absen di 4 seri dan kemungkinan tidak bisa membalap dalam 3 seri lagi.

    Honda kini banyak berharap pada Takaaki Nakagami dari LCR Honda. Impian Honda mendapat podium pertama musim ini buyar gara-gara bendera merah dikibarkan dalam GP Styria.

    Nakagami yang sebelum re-start aman di posisi ketiga, akhirnya kehilangan peluang setelah start diulang.

    Rekan setim Nakagami Cal Crutchlow jelas merupakan pesaing podium dan tidak diragukan lagi akan mendapat banyak manfaat dari istirahat dua minggu mendatang.

    Alex Marquez mulai menunjukkan kemajuan dengan RC213V yang rumit. Juara Dunia Moto2 ini belum menunjukkan tajinya di MotoGP.

    "Ada banyak pembicaraan tentang pemulihan Marc dan tenggat waktu, tetapi sejak saat pertama, setelah operasi kedua, kami telah mengatakan bahwa satu-satunya tenggat waktu yang ada adalah bahwa dia sepenuhnya pulih," kata Alberto Puig, Manajer Tim Repsol Honda.

    "Kami tidak ingin terburu-buru. Ketika Marc berada dalam posisi untuk kembali dan bersaing seperti dia tahu dia bisa, maka kami akan memikirkan target berikutnya."

    MotoGP 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?