Curhatan Lewis Hamilton Anggap Formula 1 2020 sebagai Ujian Mental Pembalap

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Lewis Hamilton dari tim Mercedes merayakan kemenangan dalam balapan F1 GP Spanyol di Sirkuit Barcelona, Catalunya, Spanyol, Ahad, 16 Agustus 2020. Hamilton memecahkan rekor dengan 156 naik podium sepanjang kariernya di Formula One. REUTERS/Albert Gea

    Pembalap Lewis Hamilton dari tim Mercedes merayakan kemenangan dalam balapan F1 GP Spanyol di Sirkuit Barcelona, Catalunya, Spanyol, Ahad, 16 Agustus 2020. Hamilton memecahkan rekor dengan 156 naik podium sepanjang kariernya di Formula One. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap Mercedes Lewis Hamilton mengatakan musim Formula 1 2020 adalah perjalanan yang sepi dalam usahanya merebut juara dunia ketujuh. Ia menganggap balapan musim ini dibarengi upaya untuk menghindari risiko penularan Covid-19 yang tidak perlu. Absennya Sergio Perez dari dua balapan Silverstone setelah dinyatakan positif menjadi pengingat bagi semua pembalap tentang potensi dampak virus pada karier mereka musim ini.

    Hamilton sebenarnya selalu punya cara untuk menjaga perhatian pada setiap seri balap F1. Ia mengalihkan fokus di luar balapan akhir pekan dengan minatnya seperti musik, mode, dan melakukan perjalanan. Seringkali ia menuju ke Amerika Serikat di sela-sela balapan di Eropa. Namun, jadwal padat tahun 2020, yang dimulai dengan enam balapan dalam tujuh pekan, telah membuatnya harus hidup dalam gelembung dengan kontak yang terbatas.

    Baca juga : Gelar F1 2020, Red Bull : Max Verstappen Masih Bisa Kalahkan Lewis Hamilton

    Dia telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tinggal dalam motorhome selama dua bulan terakhir. Ia tinggal bersama dengan pelatih Angela Cullen. Hamilton mengakui bahwa tidak mudah untuk mengubah rutinitasnya yang biasa sambil tetap fokus pada perebutan gelar. "Saya pikir itu benar-benar sebuah tantangan. Jelas semua orang berada di perahu yang sama. Mungkin ini jadi bagian perjalanan seorang pembalap F1 memperjuangkan kejuaraan, seringkali terasa seperti perjalanan yang sepi," ujar dia dikutip dari Motorsport, Selasa, 25 Agustus 2020.

    "Jelas situasi ini harus membatasi orang-orang yang ada di sekitar Anda. Apa yang biasa saya lakukan di masa lalu menurut saya positif. Tetapi, berada di sekitar teman, saat ini, bisa membantu kita menemukan keseimbangan sempurna tahun ini. Tapi tentu saja jauh lebih sulit untuk menerapkannya. Saya sulit mengungkapkannya, tetapi semua orang melakukannya. Ini tantangan dan ujian nyatabagi saya secara pribadi," ujar dia menambahkan.

    Lewis Hamilton meneruskan, "Tapi seperti yang Anda lihat, saya fokus dan bersemangat seperti biasa, dan ini maraton, bukan lari cepat. Jadi saya hanya menundukkan kepala. Saya tahu bahwa saya akan lebih menikmati diri saya sendiri di akhir tahun ketika saya bisa meminimalisasi risikonya. Semoga saya bisa bersama keluarga saat itu."

    Baca juga : Kisah Lewis Hamilton dan Motorhome di Tengah Pandemi Corona

    Sementara itu, Bos tim Mercedes Toto Wolff mengatakan kegiatan Hamilton dalam mempromosikan keragaman dan kampanye Black Lives Matter telah memberinya saluran yang berguna untuk menjaga fokusnya. Ia yakin Lewis selalu berada dalam kondisi terbaiknya saat menghadapi kesulitan. "Saya pikir gerakan Black Lives Matter dekat dengan hatinya, dan itu pasti membantu dalam hal motivasi. Yang selalu saya katakan adalah saya terkesan dengan perkembangannya," kata Wolff.

    Toto Wolff menambahkan, "Setiap musim, dia lebih baik, untuk kepribadiannya maupun sebagai pembalap. Itu benar-benar menginspirasi banyak orang dan dia mampu menunjukkan kepada kami bagaimana Anda dapat berkembang, bagaimana Anda dapat meningkatkan permainan, bagaimana Anda dapat memiliki minat di luar balapan yang benar-benar membuat Anda lebih kuat. "


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.