Wacana Naturalisasi Pemain Brasil, Towel: Mengkhianati Pembinaan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Indonesia U-19, Syahrian Abimanyu (kiri), berebut bola dengan pemain timnas Jepang U-19 dalam laga perempat final Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 28 Oktober 2018. Mimpi timnas Indonesia U-19 untuk meraih tiket ke Piala Dunia U-20 2019 harus terkubur. TEMPO/Subekti

    Pemain timnas Indonesia U-19, Syahrian Abimanyu (kiri), berebut bola dengan pemain timnas Jepang U-19 dalam laga perempat final Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 28 Oktober 2018. Mimpi timnas Indonesia U-19 untuk meraih tiket ke Piala Dunia U-20 2019 harus terkubur. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta- Pengamat sepak bola, Tommy Welly menyoroti isu naturalisasi pemain yang menyeruak dan konon melibatkan PSSI. Dalam sepekan terakhir wacana naturalisasi lima pemain muda asal Brasil menyedot perhatian publik.

    Baca Juga: Seto Nurdiyantoro: Piala Dunia U-20 Pangggung Pemain Nasional, Bukan Naturalisasi

    Awalnya, manajemen beberapa klub Liga 1 mengaku dititipi pemain muda asal Negeri Samba oleh PSSI untuk program naturalisasi. Tapi, hal itu kemudian disangkal oleh pihak federasi sepak bola tertinggi di Indonesia, PSSI.

    Tommy Welly yang akrab disapa Towel menyebutkan bantahan PSSI sebagain inisiator naturalisasu melalui Direktur Teknik Indra Sjafri tidak mengubah persepsi publik bahkan mencederai kepercayaan masyarakat.

    "Konyol karena sepak bola nasional kaitannya tim nasional, kaitannya federasi, kok gegabah? Kok konyol, seperti Srimulat, seperti  lawakan," kata Towel saat dihubungi, Rabu, 26 Agustus 2020.

    "Menurut saya PSSI tidak usah ikut-ikutan ke ranah yang belagak gila itu. Tidak perlu. Atau belagak tidak dengar," kata Towel menambahkan.

    Menurut dia, kritikan bagi PSSI ini karena sikap konyol mengejar prestasi dengan cara instan. "Jika benar-benar dilaksanakan program naturalisasi untuk Piala Dunia U-20 tahun depan, apakah ada jaminan lolos dari fase grup Indonesia tahun depan?," ujar Towel.

    "Menurut saya publik tidak menuntut itu. Publik mau lihat keseriusan PSSI, keseriusan timnas mempersiapkan anak-anak muda kita," kata dia melanjutkan.

    Ketidaksetujuan dengan naturalisasi pemain, menurut dia, karena menurutnya muara dari Piala Dunia U-20 adalah pengembangan pemain muda Indonesia.

    "Makanya dikontraklah Shin Tae-yong untuk meng-advance, memprogres pemain kita. Kan itu maunya. Jadi buat saya, naturalisasi ini keputusan gegabah," ucapnya.

    Lebih lanjut, ia juga menyebut naturalisasi di tingkat tim nasional usia muda adalah keputusan yang keliru, mencederai hati publik sepak bola dan mengkhianati pembinaan sepak bola usia dini.

    Menanggapi wacana naturalisasi untuk ajang Piala Dunia U-20, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menyatakan bahwa kedatangan sejumlah pemain asing dari Brasil ke klub Arema FC, Persija Jakarta , dan Madura United murni kebutuhan klub Liga 1. "Kedatangan para pemain asing muda dari Brasil ini tidak ada kaitannya dengan PSSI. Itu urusan klub klub Liga 1. Pemain yang dipanggil timnas Indonesia tentu harus berpaspor Indonesia,” kata Indra Sjafri di situs resmi PSSI, Kamis, 20 Agustus 2020.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.