Messi Ingin Hengkang, 2 Mantan Presiden Barcelona Beri Respons Bertentangan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Lionel Messi berjalan tertunduk usai dikalahkan oleh Bayern Munchen di Perempat Final Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, 14 Agustus 2020. Munchen hajar Barcelona dengan skor akhir 8-2. Manu Fernandez/Pool via REUTERS

    Pemain Barcelona, Lionel Messi berjalan tertunduk usai dikalahkan oleh Bayern Munchen di Perempat Final Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, 14 Agustus 2020. Munchen hajar Barcelona dengan skor akhir 8-2. Manu Fernandez/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Lionel Messi untuk hengkang dari Barcelona mendapat respons dari dua mantan presiden klub La Liga Spanyol itu: Joan Laporta dan Joan Gaspart. Keduanya berbeda sikap: Laporta menyalahkan Barca, sedangkan Gaspart menyudutkan Messi.

    Messi sudah menyatakan hasratnya untuk mengakhiri kiprahnya di Barcelona. Bintang Argentina itu memberi tahu klub La Liga itu bahwa dia ingin pergi dan akan memanfaatkan klausul dalam kontraknya yang memungkinkannya hengkang dengan status bebas transfer usai musim 2019-20.

    Opsi itu dikabarkan harus diaktifkan paling lambat pada akhir Mei. Tetapi pemenang Ballon d'Or enam kali itu meyakini, perpanjangan masa kompetisi hingga Agustus berarti klausul itu masih berlaku.

    Baca Juga: Perkataan Koeman yang Membuat Messi Memutuskan Hengkang dari Barcelona

    Joan Laporta, memimpin klub itu dari 2003 hingga 2010, menuding Barca telah memperlakukan para pemainnya dengan buruk. Ia tak heran bila sebenarnya klub tersebut ingin menjual Messi sebagai kapten mereka.

    Laporta diketahui berniat untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Barcelona pada Maret mendatang. Pria berusia 58 tahun itu menyebut manajemen Barcelona saat ini tidak menghormati para pemain yang sudah memberikan begitu banyak prestasi untuk klub.

    "Mereka telah memberi tahu (Luis) Suarez bahwa mereka tidak menginginkannya melalui telepon. Itu sepertinya merupakan tindakan pengecut dan kurangnya rasa hormat terhadap pemain," ujar Laporta di akun Twitter-nya yang dikutip media termasuk Daily Mail, Rabu.

    "Ini adalah cara berperilaku yang tidak dapat diterima klub dan merusak citra klub. Saya curiga mereka ingin menjual Messi. Barca yang malang ada di tangan orang-orang yang tidak kompeten ini."

    Sementara itu, Joan Gaspart, yang menjadi Presiden Barcelona pada 2000-2003, menilai Lionel Messi tidak dapat meninggalkan klub La Liga itu dengan status bebas transfer. Kontrak pemain Argentina itu mengatur batas sampai Juni untuk memicu klausul pelepasan sepihaknya. Oleh karena itu, satu-satunya cara dia bisa pergi sekarang adalah dengan menyetor klausul pelepasan 700 juta euro atau jika klub memilih untuk menegosiasikan biaya yang lebih rendah.

    "(Messi) tidak bisa pergi," kata Gaspart kepada Radio Marca. "Dia baru bisa pergi pada 2021. Saya telah melihat kontraknya dan itu sangat jelas. Klausul itu berakhir pada Juni dan tidak ada jalan untuk kembali. Saya lebih suka dia pergi tahun depan dengan harga nol daripada pergi sekarang dengan harga lebih murah dari 700 juta euro."

    "Klub yang berwenang di sini, bukan pemain. Klub membayar para pemain. Dan ini bukan masalah uang, ada kontrak yang ditandatangani dan hanya itu."

    Gaspart juga berbicara tentang betapa dia mencintai klub lebih dari pemain manapun. "Saya sangat mencintai Messi, tapi saya lebih mencintai Barcelona," kata dia. "Saya tidak mengerti mengapa dia meninggalkan Barcelona."

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.