Kenapa Begitu Banyak Kejutan di MotoGP 2020? Ini 3 Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    TEMPO.CO, JakartaMotoGP 2020 sudah berlangsung lima seri. Jadwal tiga seri berikutnya akan berlangsung sepanjang September ini.

    Kejutan diprediksi masih akan terus terjadi mengingat juara bertahan Marc Marquez masih akan absen karena cedera patah tangan. Hal sama sudah terjadi dalam seri-seri sebelumnya.

    Hingga seri kelima, muncul empat pemenang, dengan total 11 pembalap di podium. Tiga di antara tiga di antara pembalap yang juara (Fabio Quartararo, Brad Binder, dan Miguel Oliveira) belum pernah memenangi balapan di GP musim sebelumnya.

    Fakta lain, tidak ada satu pun pembalap yang mampu konsisten finis di posisi 5 besar di setiap balapan, meski tanpa melakukan kesalahan. Quartararo, misalnya, setelah dua kemenangannya di Jerez, ia hanya menduduki peringkat ke-7 di Brno dan ke-8 dan ke-13 dalam dua balapan di Austria.

    Dovizioso, pembalap yang jadi runner-up di tiga musim sebelumnya, baru sekali juara dan naik podium pada saut kesempatan lain.

    Persaingan perebutan gelar juara sangat terbuka lebar dan susah ditebak. Tak ada pembalap yang difavoritkan. Selisih poin antara Quartararo di punca dan Oliveira, di urutan kesembilan, hanya 27 atau dua lebih dari poin maksimal dalam satu lomba.

    Kenapa situasi seperti ini terjadi?

    Faktor utamanya tentu saja karena absennya Marc Marquez. Musim lalu, pembalap Repsol Honda ini terus mendominasi dalam lima seri awal: tiga kali juara dan sekali jadi runner-up. Dalam sembilan musim sebelumnya, ia juga selalu konsisten menjadi juara, setidaknya sekali.

    Marquez tercatat telah memenangkan empat kejuaraan terakhir dan enam dari tujuh gelar sejak dia datang ke MotoGP pada 2013.

    Jack Miller, pembalap Ducati, mengakui hal itu. Cederanya Marquez telah membuka pintu untuk pemenang baru tahun ini. "Akan menyenangkan melihat nama orang lain di trofi itu," kata Miller dia.

    Faktor kedua, aturan soal elektronik (ECU) yang seragam, yang diterapkan sejak 2016, ikut berpengaruh besar. Elektronik terpadu membuat jarak antar pembalap semakin dekat. Faktor penentunya bukan lagi mesin, tapi kemampuan memacu motor.

    Faktor ketiga, ban belakang baru (Michelin) untuk tahun 2020 juga telah membuat perbedaan besar. Para pembalap masih harus berjuang untuk menemukan, memahami, dan menafsirkan kecocokan pilihan ban itu dengan karakter motor dan lintasan sirkuit.

    Hal serupa terjadi pada 2016, ketika pabrikan ban asal Prancis itu juga kembali ke MotoGP. Kala itu, setelah 5 balapan, 3 pembalap berbeda telah menang, yang kemudian bertarung untuk kejuaraan: Marc Marquez, Valentino Rossi, dan Jorge Lorenzo.

    Jadwal MotoGP berikutnya akan berlangsung pada 13 September 2020. GP San Marino akan berlangsung di Sirkuit Misano, Italia. Marc Marquez masih akan absen. Karena itu, kejutan-kejutan diharapkan masih akan terus terjadi.

    Baca Juga: Jadwal MotoGP 2020 Masuki Seri Keenam: Penuh Kejutan, Juara Susah Ditebak

    CARSH | MOTOGP | MOTOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.