Uji Pengembangan MotoGP, Pol Espargaro Ingin RC16 KTM Melawan Marc Marquez

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap MotoGP dari tim RedBull KTM Racing, Pol Espargaro kendarai motornya saat ikuti sesi balap bebas kedua jelang MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang di Malaysia, 27 Oktober 2017. Di sesi balap bebas kedua ini, Pol Espargaro menempati posisi ke-16. AFP PHOTO / MOHD RASFAN

    Pembalap MotoGP dari tim RedBull KTM Racing, Pol Espargaro kendarai motornya saat ikuti sesi balap bebas kedua jelang MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang di Malaysia, 27 Oktober 2017. Di sesi balap bebas kedua ini, Pol Espargaro menempati posisi ke-16. AFP PHOTO / MOHD RASFAN

    TEMPO.CO, JakartaKTM telah membuat lompatan besar dalam catatan waktu di MotoGP musim ini. Mereka juga merayakan kemenangan balapan pertamanya dan naik podium lima putaran sejauh ini saat berlaga di MotoGP Styria, Red Bull Ring, akhir pekan lalu. Sebagian kalangan menganggap KTM telah mencatat perkembangan signifikan untuk berlaga di kelas utama MotoGP. Namun, tidak untuk Pol Espargaro.

    Bagi Pol Espargaro, perkembangan KTM baru akan benar-benar teruji apabila Marc Marquez hadir dalam balapan dengan kondisi fit. Balapan antara KTM dengan motor RC16 dan pembalap Repsol Honda tersebut akan terlihat sejauh mana keberhasilan yang dilakukan KTM.

    "Saya tidak ingin menjadi negatif, saya berusaha selalu positif, tetapi orang terbaik di grid sedang tidak ada di sini. Saya ingin membandingkan RC16 dengan yang terbaik. Dia tidak ada di sini dan saya tidak tahu apa yang akan dia lakukan, karena Nakagami cukup cepat pada Honda 2019. Biasanya Marc lebih cepat darinya, tetapi sekarang saya tidak tahu," ujar Pol Espargaro, dikutip dari Crash, 2 September 2020.

    Baca juga : Kenapa Begitu Banyak Kejutan di MotoGP 2020? Ini 3 Penyebabnya

    Juara bertahan MotoGP dari tim Honda, yang memenangkan 12 dari 19 balapan musim lalu, harus absen sejak lengannya patah pada pembukaan musim di Sirkuit Jerez. Ia harus absen 2-3 bulan ke depan. Peluan ini berhasil dimanfaatkan oleh pembalap KTM seperti Miguel Oliveira dan Brad Binder untuk merebut podium utama di Austria dan Republik Cek.

    "Kami [KTM] sangat bagus, ini benar. Apakah kami sebagus kelihatannya? Ini pertanyaan saya dan saya tidak tahu. Saya ingin pergi ke lebih banyak balapan dan melihat. Di Jerez kami tidak sebagus itu, seperti di Republik Ceko dan di Austria. Jadi saya hanya ingin sedikit tenang dan tetap tenang," ujar Pol Espargaro.

    Tapi Espargaro, yang akan pindah ke Repsol Honda bersama Marquez musim depan, mungkin tidak mendapatkan kesempatan lagi untuk melawan juara dunia delapan kali dengan RC16. Meskipun kembali dari cedera patah tulangnya, pembalap nomor 93 itu mungkin hanya kembali untuk putaran terakhir.

    Sementara itu, Espargaro menegaskan tidak ada terobosan tunggal dalam hal mengubah RC16 menjadi mesin yang luar biasa musim ini. "Kami belum membuat motor baru sepenuhnya tahun ini," kata Espargaro. "Sebenarnya, aku tidak merasa kami telah mengubah begitu banyak hal untuk menjadi sebaik saat ini. Aku masih tidak percaya kami begitu cepat!"

    Baca juga : Jadwal MotoGP 2020 Masuki Seri Keenam: Penuh Kejutan, Juara Susah Ditebak

    Keanehan lain bagi Espargaro adalah bahwa KTM unggul pada ban depan yang keras di Red Bull Ring, sementara tim Honda memilih ban medium. "Mengapa kami menggunakan ban depan yang keras dan sangat bagus dibandingkan dengan Honda, yang dulu selalu menggunakan senyawa yang lebih keras daripada kami. Tahun lalu kami bahkan tidak dapat berpikir untuk menggunakannya," ujar Espargaro.

    Bersama KTM, Suzuki juga tampil mengesankan di banyak trek musim ini, meski sejauh ini hanya meraih satu podium. Adapun Suzuki dan Honda belum pernah memenangkan balapan musim ini. Lima kemenangan sejauh ini terbagi atas dua untuk KTM (Binder dan Oliveira), dua untuk Yamaha (Fabio Quartararo) dan satu untuk Ducati (Andrea Dovizioso).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.