Bos Ferrari Jawab Performa Buruk di Formula 1, Perbaikan Butuh Bertahun-tahun

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos Ferrari Mattia Binotto dalam foto 12 April 2019 di Sirkuit Internasional Shanghai, China. (REUTERS/Aly Song) (REUTERS)

    Bos Ferrari Mattia Binotto dalam foto 12 April 2019 di Sirkuit Internasional Shanghai, China. (REUTERS/Aly Song) (REUTERS)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos Ferrari Mattia Binotto meminta pendukung tim ini bersabar dengan performa buruk timnya pada Formula 1 2020. Menurut dia, butuh waktu satu hingga dua tahun ke depan agar Ferrari kembali ke jalur juara F1.

    "Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Saya kira seandainya Anda melihat ke belakang ke semua tim juara maka itu selalu bertahun-tahun," kata dia seperti dikutip dari Autosport, Rabu 2 September 2020.

    Tim Italia melewati penampilan mengecewakan di Grand Prix Belgia akhir pekan lalu. Saat itu, Ferrari kalah kekuatan mesin dan kemampuan dalam ganti ban. Dua pembalapnya pun, Charles Leclerc dan Sebastian Vettel, gagal mencapai finis untuk bisa memetik poin.

    Baca juga : Menjelang GP Belgia, Ferrari Ungkap Masalah Kelistrikan SF1000 Charles Leclerc

    Pembalap Formula 1 dari tim Ferrari Sebastian Vettel melajukan mobilnya saat ikuti tes pramusim kelima Formula 1 2020 di Sirkuit Catalunya, di Barcelona, Spanyol, 27 Februari 2020. Sebastian Vettel berhasil menjadi yang tercepat di hari kelima tes pramusim Formula 1 (F1) 2020. REUTERS/Albert Gea

    Binotto mengaku tak tahu berapa lama Ferrari kembali ke puncak. Dia meneruskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk mencatat kesuksesan instan di Formula Satu. "Butuh kesabaran dan stabilitas," kata dia. Binotto menyatakan prioritas Ferrari saat ini adalah memastikan semuanya tersiapkan dengan baik dan mungkin era baru bakal terjadi pada 2022.

    Mattia Binotto meneruskan, "Rencana utama Ferrari adalah fokus ke musim-musim Formula 1 mendatang, tidak hanya 2021 tetapi juga pastinya juga 2022. Dalam upaya tampil bagus pada musim depan kami juga perlu berusaha memahami kelemahan hari ini dan memastikan kami mengatas hal itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.