Tour de France: Wout van Aert Juara Etape 5, Ineos Melempem?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap tim INEOS Granadiers Michal Kwiatkowski, Egan Bernal, dan Luke Row di etape empat Tour de France yang menempuh rute Sisteron menujut Orcieres-Marlette, Prancis. (1/9/2020) Reuters/Benoit Tessier

    Pebalap tim INEOS Granadiers Michal Kwiatkowski, Egan Bernal, dan Luke Row di etape empat Tour de France yang menempuh rute Sisteron menujut Orcieres-Marlette, Prancis. (1/9/2020) Reuters/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, JakartaTim Ineos tahun ini dianggap tak sekuat biasanya dan akan kesulitan mendominasi Tour de France 2020, demikian bos tim EF Pro Cycling Jonathan Vaughters.

    Tim asal Inggris itu, dulu bernama Sky, telah mendominasi Tour de France dalam satu dekade terakhir. Mereka memenangi tujuh dari delapan lomba terakhir dengan Chris Froome merebut titel klasemen umum sebanyak empat kali.

    Di saat Froome dan juara 2018 Geraint Thomas tak lagi dilibatkan oleh tim itu tahun ini, pembalap Kolombia Egan Bernal menjadi satu-satunya pemimpin di tim dan berusaha mempertahankan gelar yang ia raih tahun lalu.

    Dari empat etape pembuka, tampak bahwa para rider tim Ineos sering berada di dalam peleton dan jarang memimpin di depan.

    Sebaliknya, Jumbo-Visma yang diperkuat favorit juara Primoz Roglic, lebih pro-aktif.

    "Ineos keluar dari permainannya. Mereka tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya," kata Vaughters dalam interview dengan Eurosport dan GCN seperti dikutip Reuters, Rabu, 2 September 2020.

    "Akan menjadi balapan yang berat untuk mereka menangi. Jika Bernal menang, yang kemungkinan besar bisa ia lakukan karena saya kira dia akan sangat kuat di pekan ketiga balapan, maka itu akan lebih sebagai kemenangan individu ketimbang tim.

    Di balik kemenangan tim Ineos atau dulu ketika bernama Sky ada bos mereka, Dave Brailsford dan Nicholas Portal, namun Portal yang merupakan sporting director meninggal dunia pada Maret lalu karena serangan jantung.

    Brailsford mengatakan sebelum Tour jika Portal merupakan sosok yang tak tergantikan.

    Sementara Jumbo-Visma tampil sebagai penantang utama, Vaughters mengatakan mereka bisa burn out jika tidak berhati-hati.

    "Jumbo-Visma terlihat tampil lebih baik dan menunjukkan kekuatan mereka lebih awal," kata Vaughters. "Resikonya mereka bisa membakar diri mereka sendiri dalam 10 hari pertama dan tidak memiliki apa-apa lagi."

    Minum Sembarangan, Julian Alaphilippe Terlempar

    Pembalap JUMBO-VISMA Wout van Aert memenangi etape kelima Tour de France, Rabu, pada balap berjarak 183 kilometer yang tidak menghasilkan breakaway sama sekali.

    Van Aert menyelesaikan balapan dari Gap menuju Privas itu dengan catatan waktu 4 jam 21 menit 22 detik, demikian catatan laman resmi Tour de France.

    Pembalap Sunweb Cees Bool berada di urutan kedua dengan catatan waktu yang sama dengan Van Aert, begitu pula Sam Bennett yang berada di urutan ketiga.

    Bagi Bennett, etape ini juga menjadi istimewa karena ia berhasil merebut kaus hijau sebagai penanda raja tanjakan. Ia merupakan pembalap Irlandia pertama yang kembali mengenakan kaus hijau, setelah Sean Kelly mencatatkan keberhasilan serupa 31 tahun silam.

    "Mungkin ini merupakan etape paling mudah yang pernah saya lakukan dalam balap sepeda, karena tidak ada break, tidak ada kecepatan tinggi," kata Van Aert seperti dikutip Reuters.

    Pemegang kaus kuning Julian Alaphilippe mampu finis dengan posisi yang baik untuk selama beberapa waktu mengamankan posisinya di pucuk klasemen umum.

    Namun ia kedapatan mengambil botol air minum saat balapan tinggal menyisakan 17 kilometer lagi. Hal itu melanggar peraturan TdF dan dinyatakan merupakan "illegal feeding."

    Alaphilippe dijatuhi penalti 20 detik yang otomatis mendepaknya dari pucuk klasemen dan hanya berada di posisi ke-16.

    "Kami sekarang sedang memeriksanya, namun kelihatannya saya mengambil botol di tempat yang semestinya saya tidak diperkenankan melakukannya," kata Alaphilippe.

    Klasemen umum balap sepeda TdF:

    1. Adam Yates Mitchelton-Scott 22:28:30
    2. Primoz Roglic Team JUMBO-VISMA 22:28:33
    3. Tadej Pogacar UEA Team Emirates 22:28:37
    4. Guillaume Martin COFIDIS 22:28:39
    5. Egan Bernal INEOS GRENADIERS 22:28 43
    6. Tom Domoulin Team JUMBO - VISMA 22:28:43
    7. Nairo Quintana Team ARKEA - SAMSIC 22:28:43
    8. Esteban Chaves Mitchelton-Scott 22:28:43
    9. Miguel Angel Lopez ASTANA Pro Team 22:28:43
    10. Romain Bardet AG2R La Mondiale 22:28:43


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.