Ketika Lewis Hamilton Bermimpi Menjajal Mobil Williams untuk Hormati Sir Frank

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton berjalan menjelang berlangsungnya Grand Prix Formula 1 Spanyol di Circuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, 15 Agustus 2020. FIA/Handout via REUTERS

    Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton berjalan menjelang berlangsungnya Grand Prix Formula 1 Spanyol di Circuit de Barcelona-Catalunya, Barcelona, Spanyol, 15 Agustus 2020. FIA/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaLewis Hamilton mengungkapkan impiannya untuk mengendarai mobil Williams sebagai penghormatan kepada Sir Frank Williams dan putrinya, Claire, menjelang keluar dari F1 musim ini. Ia mengenang dua figur itu sebagai figur yang paling dihormati dan jujur di balap Formula 1. Namun, GP Italia akhir pekan ini akan menjadi laga terakhir keluarga Williams sejak membentuk tim pada 1977.

    Baik Sir Frank Williams, yang telah berkecimpung dalam olahraga motor selama 54 tahun, dan Claire, yang telah menjalankan tim sejak 2013, angkat kaki setelah menjual William ke perusahaan investasi AS Dorilton Capital. Keduanya meninggalkan warisan yang luar biasa, yang tidak kalah dari juara dunia enam kali dari Inggris, Lewis Hamilton.

    Dikutip dari The Sun, pembalap Mercedes itu menyatakan bahwa dirinya adalah penggemar berat Sir Frank. Ia terpesona dengan kontribusinya yang luar biasa pada olahraga ini. “Dia selalu sangat positif bagi saya sebagai salah satu orang yang paling saya hormati, dan salah satu orang yang jujur di Formula 1. Jadi, tentu sangat menyedihkan melihat akhir dari sebuah perjalanannya," kata dia.

     Sir Frank Williams dan Claire Williams. Doc. Instagram @williamsracing.

    Baca juga : Lewis Hamilton Kecewa dengan Regulasi Larangan Setelan Mode Mesin Berbeda

    Lewis Hamilton meneruskan, “Warisan mereka akan terus berlanjut karena tim akan mempertahankan nama Williams. Saya berharap, pada tahap tertentu, mereka akan kembali ke depan grid. Saya ingat bermimpi mengendarai mobil yang dimiliki Nigel Mansell, tetapi saya tidak pernah menjadi pilihan dan saat itulah saya pindah ke Mercedes."

    Adapun rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas, memulai karier F1 bersama Williams. “Saya sangat sedih. Tanpa Williams, terutama Frank, saya tidak akan berada di sini," kata pembalap asal Finlandia itu.

    Williams adalah tim yang sempat berjaya di F1 pada 1980-1990-an. Mereka sempat memenangkan tujuh kejuaraan dunia dan sembilan gelar konstruktor tim. Sir Frank, 78 tahun, memulai Frank Williams Racing Cars pada tahun 1969, menggunakan sasis Brabham kustom. Akar F1 tim ini dimulai pada tahun 1977 dengan pembentukan Williams Grand Prix Engineering dengan Sir Patrick Head, yang beroperasi di gudang tua di Oxfordshire.

    Tim memenangkan balapan pertama mereka pada 1979. Kemenangan itu didapat di GP Inggris yang dimenangkan oleh Clay Regazzoni. Sementara Alan Jones berhasil merebut gelar pembalap pada tahun berikutnya. Pada 1985, Williams terus memimpin tim, mengumpulkan total 114 kemenangan, 128 posisi pole, sembilan gelar konstruktor dan tujuh kejuaraan pembalap.

    Mobil tim Williams di Formula 1. (formula1.com)

    Baca juga : Jadwal Formula 1 Akhir Pekan Ini: Fakta Menarik Jelang Balapan di Monza

    Jacques Villeneuve pada tahun 1997 adalah yang pembalap terakhir yang tampil mengejutkan, sedangkan Pastor Maldonado di GP Spanyol 2012 adalah kemenangan terakhir William di grandprix. Sejumlah bintang pembalap, seperti Ayrton Senna, Damon Hill, Nigel Mansell, Alain Prost dan Nelson Piquet, pernah menjajal mobil tim ini.

    Namun, William juga pernah mencapai titik terendah. Kematian Ayrton Senna di Imola pada tahun 1994 membuat Williams dituduh bertanggung jawab atas kematiannya. Sir Frank kemudian dibebaskan tetapi rasa sakit karena kehilangan pemain Brasil itu di usia yang relatif muda, yaitu 34 tahun, memiliki dampak yang besar. "Frank tidak pernah berbicara kepada siapa pun tentang hal itu. Itu bukan kepribadiannya. Dia menyimpan semuanya," ujar Claire dalam wawancara 25 tahun kematian Senna.

    Di bawah kepemimpinan Claire, tim ini memulai perjalanan yang bagus pada 2014 dan 2015. Tetapi sejak itu, Williams merosot ke grid belakang. Tim membukukan kerugian hingga 13 juta poundsterling sehingga berujung pada penjualan ke Dorilton. "Kami bangga membawa nama Williams ke fase menarik berikutnya untuk olahraga ini," kata Matthew Savage, Ketua Dorilton Capital - Williams Grand Prix Engineering.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.