Casey Stoner : Marc Marquez Absen, MotoGP Gagal Naik Level

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Casey Stoner. AP/Shuji Kajiyama

    Casey Stoner. AP/Shuji Kajiyama

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan juara dunia MotoGP Casey Stoner menganggap ketidakhadiran Marc Marquez dalam sejumlah seri balap membuat balapan di kelas utama gagal naik level. Menurut dia, absennya pembalap Repsol Honda itu membuat kejuaraan MotoGP tidak bernilai dan kurang greget.

    "Di sinilah saya dapat memulai beberapa kontroversi, tetapi saya sepenuhnya setuju, tanpa Marc di sana, sejujurnya, tidak ada pemimpin saat ini. Anda melihatnya dari hasil, oleh orang-orang yang gantian berdiri di tangga teratas podium," kata Stoner, yang juga mantan pembalap Repsol Honda, dikutip dari Motorsport, Selasa, 8 September 2020.

    Marc Marquez harus bertahan setidaknya stu bulan untuk pemulihan patah tangan yang dialami di seri pembuka pada MotoGP Spanyol. Upaya comeback lebih awal di MotoGP Andalusia membuatnya membutuhkan operasi kedua. Ketidakhadirannya telah membuka jalan bagi beberapa pemenang baru di kelas, Fabio Quartararo, Brad Binder dan Miguel Oliveira semuanya meraih kemenangan perdananya.

    Baca juga : MotoGP 2020: Marc Marquez Bersiap Tampil di GP Aragon?

    "Marc adalah pemimpin dan membawa kejuaraan itu ke level lain. Ketika saya berada di sana, saya, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa yang selalu berada di depan. Di saat mereka tidak memiliki pembalap seperti itu untuk melakukannya, tentu itu menunjukkan apa yang harus Anda lakukan setiap akhir pekann dan seberapa tingkat konsistensi tim sepanjang musim," ujar mantan pembalap Ducati tersebut.

    Stoner menambahkan bahwa penurunan Repsol Honda sejak kecelakaan Marc Marquez menunjukkan gap yang signifikan. Pembalap rookie Alex Marquez dan pembalap penguji Stefan Bradl memberi dampak dan memperlihatkan ketidakmampuan untuk mengimbangi juara dunia enam kali papan atas itu. "Sejujurnya saya pikir Anda bisa menang dengan motor apa pun di grid. Mereka semua sangat mirip, mereka hanya memiliki beberapa sifat yang berbeda dan di mana mereka menemukan kecepatannya," ujar dia.

    Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memacu motornya sebelum mengalami kecelakaan dalam MotoGP Spanyol di Circuito de Jerez, Spanyol, Ahad, 19 Juli 2020. REUTERS/Marcelo Del Pozo

    Stoner menambahkan bahwa jadwal MotoGP yang padat akibat pandemi juga mengganggu konsistensi setiap tim untuk tampil. Menurut dia, kejuaraan MotoGP 2020 adalah kejuaran yang berbeda dalam beberapa tahun terakhir. "Perbedaan besar, sekali lagi, adalah tidak ada pemimpin bagi pembalap-pembalap lain. Jika Anda bukan seorang pemimpin maka Anda adalah pengikut. Jika Anda seorang pengikut, Anda harus melihat seseorang melakukan sesuatu dengan motornya agar percaya pada diri Anda sendiri yang bisa sampai di sana.

    Baca juga : Berita MotoGP: Kabar Terbaru Marc Marquez dan Valentino Rossi

    Casey Stoner meneruskan, "Ini bukan hal yang mudah karena saya mengalaminya sendiri di Ducati. Ketika saya tidak ada, Ducati benar-benar kesulitan. Saya tidak menyebut diri seorang pemimpin, tetapi saya pikir ini adalah motor yang harus saya tangani. Ada cara untuk mengetahui kecepatannya dan itulah yang dilakukan Marc. Dia hanya mengkhawatirkan urusannya sendiri, menemukan kecepatan darinya, dan orang melihat yang bisa dilakukan. Tanpa Marc, Repsol tampaknya sedikit tersesat dalam menunjukkan kemampuan motornya."

    Meski begitu, menurut Stoner, balapan MotoGP harus terus berjalan untuk mendapatkan seorang pemenang. Kejuaraan musim ini, kata dia, tetap menjadi balapan yang bagus untuk setiap pembalap dan tim. "Kejuaraan dunia agak sulit tahun ini. Ada dua balapan di sirkuit yang sama dan jika pemilihan sirkuit cocok, itu benar-benar keuntungan besar. Tapi balapan itu sendiri sangat fantastis, daripada para pembalap hanya duduk-duduk sepanjang tahun," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?