Disebut Bagian PBWI, Federasi Wing Chun Protes Menpora

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Wing Chun Indonesia

    Logo Wing Chun Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Federasi Wing Chun Indonesia (FWCI) memprotes Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, yang menyatakan olahraga ini tetap menjadi bagian dari wushu sehingga berada di bawah Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI).

    Ketua umum PB FWCI, Martin Kusuma menyatakan siap melakukan audiensi dengan Menpora. Ia berharap FWCI diizinkan berdiri menjadi organisasi olahraga sendiri. Pasalnya induk organisasi beladiri Wing Chun, Ving Tsun Athletic Association merupakan organisasi independen.

    VTAA, kata dia, juga tidak menjadi anggota International Wushu Federation (IWUF). "Menpora seharusnya memanggil kami, bukan membuat pernyataan yang memihak salah satu pihak. Ini tidak ada audiensi sama sekali. Kami akan menulis surat ke Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan masalah ini," kata Martin Kusuma melalui keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2020.

    Martin menegaskan selama ini wing chun belum pernah bergabung dan menjadi bagian PBWI. FWCI ingin menjadi organisasi olahraga sendiri dengan dua tujuan. "Kami sudah menyebar di 22 provinsi dan kami sudah berprestasi. Tujuan kami ingin ke PON agar bisa dipertandingkan di multievent. Kedua supaya negara bisa membantu atlet kami dari daerah," ujar Martin.

    Dengan menjadi organisasi olahraga, FWCI berharap wing chun akan bisa masuk SEA Games dan Asian Games. VTAA juga sudah menyarankan anggotanya membuat federasi olahraga di negaranya masing-masing dengan tujuan bisa dipertandingkan di multi event regional.

    FWCI sendiri sudah mengirimkan atlet ke kejuaraan dunia wing chun sejak 2014. Hasilnya cukup membanggakan. Indonesia mampu menjadi juara umum di Kejuaraan Wing Chun Dunia 2016 dan 2017. Semua ini dilakukan olch FWCI dengan usaha mandiri tanpa bantuan dari pemerintah maupun dari PBWI.

    "Saya tidak puas dengan pernyataan Pak Menteri. Semenjak saya bertanding di dalam dan luar negeri tidak ada lambang wushu. Saya berharap pernyataan itu dicabut. Saya atlet ingin berprestasi. Semangat kami jadi sedikit menurun dengan keadaan ini," kata atlet wing chun Rizki Adiyono.

    Martin melanjutkan bahwan FWCI telah melengkapi seluruh kelengkapan data administrasi, sejarah dan bukti, telah diverifikasi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hasil verifikasi KONI Pusat adalah FWCI diundang untuk hadir mengikuti sidang anggota KONI Pusat.

    FWCI telah lolos menjadi anggota KONI pada Sidang Anggota Komisii A KONI Pusat yang diselenggarakan pada 26 Agustus 2020. Namun, kata Martin, karena munculnya pernyataan Menpora maka FWCI ditunda untuk dilantik pada Sidang Pleno pengesahan Anggota KONI yang diselenggarakan pada 27 Agustus 2020.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.