Hari Olahraga Nasional, KOI Minta Industri Perlengkapan Olahraga Tersertifikasi

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari berpose di kantornya di Senayan, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia atau KOI menganggap peringatan 35 tahun Hari Olahraga Nasional 2020 bisa menjadi titik tolak raihan prestasi seluruh cabang olahraga. Menurut Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, mengatakan situasi pandemi sepanjang 2020, yang membuat hampir semua kompetisi terhenti, seharusnya menjadi momentum penggunaan teknologi untuk menjaga kondisi fisik dan kemampuan atlet.

    Oktohari pun menyinggung tema Hari Olahraga Nasional, "Sports Science, Sports Industry, and Sports Tourism". Menurut dia, peringatan ini seharusnya bisa menjadi stimulus pendorong industri perlengkapan olahraga lokal untuk meningkatkan kualitas produknya agar bisa mendapatkan sertifikasi dari federasi olahraga internasional.

    “Kami yakin produsen peralatan olahraga Indonesia mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Tapi, hal itu tidak cukup. Yang tidak boleh dilupakan adalah mendapatkan sertifikasi dari federasi internasional agar perlengkapan olahraga produksi nasional dapat digunakan di gelaran olahraga internasional,” ujar Oktohari, di Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2020.

    Ia juga berharap seluruh stakeholder olahraga nasional untuk tidak kendor, melainkan menggunakan momentum pandemi untuk berbenah agar target prestasi olahraga bisa tercapai. “Dengan prestasi dan tata kelola olahraga nasional yang semakin baik, kita pun menunjukkan bahwa Indonesia sangat layak menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade 2032,” katanya.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga : KOI Usulkan Alokasi Anggaran Khusus Pembinaan Atlet Muda untuk Olimpiade 2032

    Sambil mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Paralimpiade dan Olimpiade 2032, Oktohari menambahkan, NOC Indonesia terus mendorong induk organisasi cabang olahraga untuk aktif menggelar dan mencalonkan diri sebagai tuan rumah kompetisi olahraga tingkat internasional. Menurut dia, dengan banyaknya gelaran olahraga internasional di Indonesia, sports tourism akan semakin berkembang dan olahraga pun bisa menghasilkan devisa bagi Indonesia.

    Selain itu, menurut Oktohari, tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia agar semakin banyak tenaga teknis dari Indonesia yang bisa terlibat dalam setiap gelaran internasional di tanah air. “Pengalaman Asian Games dan Asian Para Games dua tahun lalu, kami ingin lebih banyak tenaga teknis lokal yang terlibat sebagai technical delegate, hakim, ataupun wasit. Tentu kami akan mendukung upaya peningkatan kualitas SDM karena ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM di segala bidang,” ucapnya.

    Oktahari yakin, dengan pembenahan industri dan SDM, serta tata kelola pengembangan prestasi, Hari Olahraga Nasional tahun ini dan tahun mendatang bisa menjadi titik tolak setiap atlet mendapatkan prestasi tertinggi. "Kemenpora sudah membuktikan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian BPK dan ini menjadi awal yang baik untuk terus memperbaiki tata kelola prestasi olahraga Indonesia.

    "Kami sangat mendukung segala daya dan upaya yang dilakukan para atlet dan pelatih untuk tetap berlatih dengan menggunakan kemajuan teknologi. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Kemenpora yang ingin menerapkan sports science untuk meningkatkan performa atlet Indonesia,” ujar Raja Sapta Oktohari.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.