Mark Hirschi Merebut Etape ke-12 Tour de France dengan Gas Pol

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap tim Sunweb Marc Hirschi merayakan keberhasilannya setelah melintasi garis finis untuk memenangi etape ke-12 Tour de France 2020, yang finis di Sarran Correze, Prancis, Kamis (10/9/2020). (ANTARA/REUTERS/SEBASTIEN NOGIER)

    Pebalap tim Sunweb Marc Hirschi merayakan keberhasilannya setelah melintasi garis finis untuk memenangi etape ke-12 Tour de France 2020, yang finis di Sarran Correze, Prancis, Kamis (10/9/2020). (ANTARA/REUTERS/SEBASTIEN NOGIER)

    TEMPO.CO, JakartaPembalap tim Sunweb Mark Hirschi mencatatkan kemenangan perdananya di Tour de France dengan merebut etape ke-12 Tour de France 2020, Kamis, 10 September 2020.

    Hirschi mencatatkan waktu 5 jam 08 menit 49 detik untuk menyelesaikan balap sepeda sejauh 218 kilometer dari Chauvigny sampai Sarran Correze, demikian catatan laman resmi Tour de France.

    Atlet Swiss berumur 22 tahun itu unggul 47 detik atas pembalap B&B Hotels-Vital Concept, Pierre Roland, yang finis di urutan kedua, dan unggul 52 detik dari rekan setimnya Soren Kragh Andersen yang finis di urutan ketiga.

    Hirschi sempat finis di urutan kedua di Nice, dan di urutan ketiga pada etape sembilan di Laruns, namun kali ini ia memperlihatkan kemampuannya untuk menjauhi para pengejar dan finis di posisi pertama di kampung halaman mantan presiden Prancis Jacques Chiraq.

    "Ini tidak dapat dipercaya, saya dua kali begitu dekat (dengan kemenangan) dan sampai hari ini saya tidak pernah percaya bahwa saya mampu melakukannya," kata Hirschi seperti dikutip Reuters.

    "Saya melakukan gas pol. Itu sangat menyenangkan. Sebenarnya saya selalu ragu, saya memiliki gambaran dalam benak saya mengenai dua etape terakhir. Kemenangan pertama saya sebagai profesional, ini luar biasa. Saya tahu saya kuat, ini memberi saya tenaga tambahan, sekarang atau tidak sama sekali," katanya.

    Etape ke-12 menyajikan balapan yang cenderung monoton bagi para kandidat juara, namun etape esok hari akan membawa pembalap ke Puy Mary, di puncak Pas de Peyrol (5,4 kilometer pada gradien rata-rata 8,1 persen).

    Etape pada Kamis merupakan etape terpanjang Tour de France tahun ini. Sehingga etape itu juga menyajikan nilai tambah saat para pembalap melintasi Saint Leonard de Noblat, kampung halaman mantan pembalap sepeda Prancis Raymond Poulidor, yang meninggal dunia November silam.

    Setelah start yang sangat cepat, enam pembalap termasuk juara etape empat kali Luis Leon Sanchez, melakukan "breakaway" sejak awal, namun rombongan mampu menempel mereka.

    Pengejaran itu berakhir bagi mereka ketika pembalap Spanyol Marc Soler melakukan "attack" di Cote du Pey. Pembalap Movistar itu bergabung dengan lima pembalap, termasuk Hirschi dan dua rekan setimnya di Sunweb.

    Soler mencoba menjauh saat mendaki di Suc au May (sejauh 3,8 kilometer dengan gradien rata-rata 7,7 persen), namun Hirschi membalasnya dan melaju ke puncak secara sendirian. Ia memperbesar keunggulannya di turunan dan tidak pernah dapat terkejar lagi.

    Di klasemen umum, pembalap Jumbo-Visma, Primoz Roglic, belum tergoyahkan di pucuk klasemen umum Tour de France 2020, setelah menjalani etape ke-12.

    Roglic memuncaki klasemen dengan catatan waktu 51 jam 26 menit 28 detik. Seperti pada etape sebelumnya, ia masih unggul 21 detik atas pebalap peringkat kedua Egan Bernal, dan unggul 28 detik atas pmebalap peringkat ketiga Guillaume Martin.

    Klasemen umum

    1. Primoz Roglic Team JUMBO-VISMA 51:26:43
    2. Egan Bernal INEOS GRENADIERS 51:27:04
    3. Guillaume Martin COFIDIS 51:27:11
    4. Romain Bardet AG2R La Mondiale 51:27:13
    5. Nairo Quintana Team ARKEA-SAMSIC 51:27:15
    6. Rigoberto Uran EF Pro Cycling 51:27:15
    7. Tadej Pogacar UEA Team Emirates 51:27:27
    8. Adam Yates Mitchelton-Scott 51:27:45
    9. Miguel Angel Lopez ASTANA Pro Team 51:27:58
    10. Mikel Landa BAHRAIN-MCLAREN 51:28:25


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.