Bintang MMA Conor McGregor Ditahan karena Tuduhan Pelecehan Seks

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petarung MMA, Conor McGregor. Reuters

    Petarung MMA, Conor McGregor. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaMantan juara kelas bulu dan kelas ringan UFC Conor McGregor ditahan di Corsica, Sabtu waktu setempat, dengan tuduhan percobaan pelecehan seksual dan tindakan tidak senonoh.

    Seorang pejabat berwenang yang berada di pulau teritorial Prancis di Mediterania itu mengonfirmasi penahanan McGregor dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

    "Menyusul pengaduan yang diajukan pada 10 September melalui fakta adanya kemungkinan yang memenuhi syarat sebagai percobaan pelecehan seksual dan tindakan tidak senonoh, Conor Anthony McGregor menjadi subjek persidangan dengan status penahanan," tulis sebuah pernyataan dari kantor kejaksaan di Kota Bastia, Corsica.

    Dalam keterangan tersebut tidak ada rincian lain yang diberikan.

    Seorang perwakilan pihak McGregor dalam sebuah pernyataan menampik bahwa mantan juara UFC itu tengah menghadapi masalah hukum di Corsica.

    "Conor McGregor dengan tegas menyangkal tuduhan pelanggaran apa pun. Dia telah diwawancarai dan dibebaskan," sebut pernyataan itu.

    McGregor, petarung MMA asal Irlandia, diketahui berlibur di wilayah kepulauan itu dengan kapal pesiar bersama tunangannya, Dee Devlin, dan kedua anak mereka.

    Pria berusia 32 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya Juni tetapi diyakini berkeinginan kembali ke Octagon. Pada Jumat, dia mengunggah foto ke media sosial yang berisi keterangan bahwa pihak berwenang telah mendatangi kapal pesiarnya untuk melakukan uji obat-obatan.

    McGregor mempunyai catatan masalah hukum, termasuk pembelaan pada 2018 terkait dengan serangan dalam bus di Brooklyn serta mengaku bersalah atas penyerangan di sebuah pub di Dublin tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.