Juarai MotoGP San Marino, Franco Morbidelli Langsung Sanjung Valentino Rossi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Franco Morbidelli memacu motornya dalam balapan MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 13 September 2020. REUTERS/Massimo Pinca

    Franco Morbidelli memacu motornya dalam balapan MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 13 September 2020. REUTERS/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, JakartaFranco Morbidelli menyatakan kemenangan MotoGP perdananya di Grand Prix San Marino untuk membuktikan bahwa Valentino Rossi, yang menjadi mentornya, tidak salah pilih murid.

    Morbidelli menjalani debut MotoGP pada musim 2018 sebagai juara dunia Moto2, sekaligus menjadi pebalap pertama dari Akademi VR46 rintisan Rossi yang naik ke kelas premier.

    Karier pembalap asal Italia itu juga tidak biasa karena naik langsung ke jenjang Moto2 dari seri Superstock 600 Eropa.

    Morbidelli mengecap manisnya podium di kelas premier untuk pertama kalinya di tahun keduanya membalap untuk tim satelit Petronas Yamaha ketika ia finis runner-up di Brno, Republik Ceko.

    Tiga grand prix setelah itu, pembalap berusia 25 tahun itu mengangkat trofi juara balapan untuk pertama kalinya di Misano, setelah sempat bersaing ketat dengan sang mentor.

    "Aku rasa saat ini, salah satu orang yang aku harus ucapkan terima kasih karena menaruh kepercayaan kepadaku tentunya adalah Valentino," kata Morbidelli di video wawancara seperti dilansir laman resmi MotoGP.

    "Terima kasih untuk dia tidak cukup karena dia telah melakukan sangat banyak hal untukku dan memiliki kesempatan untuk membalap dengan dia adalah suatu berkah. Dia tak diragukan lagi seorang legenda, terbaik sepanjang masa."

    "Dan memiliki kesempatan membalap melawan dia di depan mata dunia adalah hal yang luar biasa."

    "Aku sangat ingin mengalahkan dia karena aku ingin menunjukkan dia bahwa dia membuat pilihan yang tepat dengan memercayaiku, ini adalah perasaan yang luar biasa dan aku harap bisa lebih banyak lagi bertarung dengan dia."

    Sementara itu, Valentino Rossi kecolongan dan gagal finis podium setelah finis P4 di belakang pebalap Pramac Racing Francesco Bagnaia, yang juga didikannya, dan pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir, yang melakukan manuver terhadap The Doctor di lap terakhir untuk mengamankan podium.

    Bagnaia, yang kembali membalap setelah absen tiga balapan karena cedera tulang kering, bertarung habis-habisan dengan kondisi yang belum 100 persen fit hingga upayanya terbayar dengan predikat runner-up dan podium pertamanya di MotoGP.

    "Sangat disayangkan ... karena berbagi podium dengan Franco dan Pecco seperti ketika balapan di ranch," kata Rossi.

    Namun, juara dunia sembilan kali itu patut berbangga dengan anak-anak didiknya. Selain Morbidelli dan Bagnaia yang naik podium hari itu, Luca Marini dan Marco Bezzechhi mempersembahkan finis 1-2 bagi tim Sky Racing Team VR46 di kelas Moto2.

    "Kami sangat bangga dengan para rider kami ini sesuatu yang sangat spesial, juga saudaraku (tiri) Luca dan Bez finis pertama dan kedua di Moto2," kata The Doctor.

    Setelah enam Grand Prix, Rossi berada di peringkat enam klasemen dengan raihan 58 poin, unggul hanya satu poin dari Morbidelli, sedangkan pucuk klasemen dihuni pembalap Ducati Andrea Dovizioso dengan 76 poin.

    Rossi akan memiliki kesempatan bertarung lagi di Misano dengan anak-anak didiknya itu pekan depan di Grand Prix Emilia Romagna di saat juara bertahan Marc Marquez masih bakal absen karena memulihkan diri dari cedera lengan sejak seri pembuka di Spanyol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.