Anggota DPR Soroti Sengketa Lahan Pembangunan Sirkuit Mandalika

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selain Bali, kawasan Mandalika mulai digemari wisatawan asal Timur Tengah terutama dari Uni Emirat Arab. Dok. Kemenparekraf

    Selain Bali, kawasan Mandalika mulai digemari wisatawan asal Timur Tengah terutama dari Uni Emirat Arab. Dok. Kemenparekraf

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR, Abdul Hakim Bafagih menyoroti sengketa lahan antara warga dengan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengembang Sirkuit Mandalika, yang direncanakan menjadi tuan rumah balap motor MotoGP.

    ITDC hendak menggusur karena mengklaim memiliki hak pengelolaan lahan (HPL) untuk membangun Sirkuit Mandalika yang rencananya mengelar seri MotoGP 2021. Sementara warga yang telah memiliki sertifikat atas tanah tersebut tetap menolak mengosongkan lahan sebelum pembayaran dilunasi.

    Hakim Bafagih yang juga Ketua Kelompok Fraksi Partai Amanat Nasional (Poksi PAN) mengingatkan agar penyelesaian lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hendaknya diselesaikan dengan cara-cara persuasif, dan bukan dengan cara kekerasan. Ia meminta agar Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah, tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat terjun langsung mengatasi hal ini.

    “Kepala Daerah, para tokoh dan khususnya PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN yang mengelola KEK Mandalika agar berkomunikasi dengan pemilik lahan dan memberikan solusi konkrit,” ujar dia melalui keterangan tertulis, Senin, 14 September 2020.

    Hakim berharap ITDC dapat memberikan harga tanah yang wajar kepada pemilik lahan yang disengketakan tersebut. Karena menurut informasi yang ia terima, salah satu pokok masalah adalah harga yang diberikan oleh ITDC dipandang tidak sesuai dengan harga pasaran saat ini.

    Penyelesaian tuntas atas persoalan ini menurutnya harus segera dilakukan karena ITDC juga harus fokus menyelesaikan persoalan-persoalan lain yang tak kalah pentingnya. Di antaranya yaitu permasalahan banyaknya investor hotel yang tidak melanjutkan pembangunan hotelnya di dalam Kawasan Mandalika.

    “Sangat penting bagi ITDC untuk menjelaskan kepada publik mengenai bagaimana mengatasi kekurangan kamar yang akan terjadi di saat MotoGP berlangsung. Sangat disayangkan sejak tahun 1997 hingga saat ini hanya 1 hotel berbintang saja yang masih beroperasi. Ini jelas menunjukkan kinerja buruk ITDC dalam mengatasi problem hospitality di Mandalika,” ungkap legislator yang sebelumnya duduk di Komisi X DPR yang di antaranya membidangi sektor pariwisata dan olahraga ini.

    Disarankan oleh Hakim, agar Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan ITDC segera membentuk posko bersama MotoGP di Mandalika. Hal ini penting agar monitoring dapat dilakukan secara terus-menerus dan solusi terhadap permasalahan yang muncul di hari-hari menuju MotoGP 2021 ini dapat segera dihadirkan.

    “MotoGP Mandalika ini jika tidak dipersiapkan dengan matang, bisa menjadi bom waktu. Bisa membahayakan citra pariwisata Indonesia di mata dunia,” ujar Abdul Hakim Bafagih mengingatkan.

    Saat ini Tempo masih mencoba mendapat konfirmasi dari manajemen ITDC perihal sengketa lahan yang terjadi dalam proses pembangunan Sirkuit Mandalika.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?