PB Jaya Raya Jelaskan Alasan Dukung Moeldoko Sebagai Ketua Umum PBSI

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para legenda bulu tangkis Indonesia melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Jakarata Kamis (10/9). Para legenda bulu tangkis meminang Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum PP PBSI. (ANTARA/HO/KSP)

    Para legenda bulu tangkis Indonesia melakukan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Jakarata Kamis (10/9). Para legenda bulu tangkis meminang Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum PP PBSI. (ANTARA/HO/KSP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Perkumpulan Bulu Tangkis Jaya Raya, Imelda Wigoeno, menyatakan klub mendukung Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko sebagai calon Ketua Umum PBSI Periode 2020-2024.

    Ia berharap Moeldoko bisa menjadi penghubung komunikasi yang sempat mandek antara PBSI dengan klub seperti PB Jaya Raya dan PB Djarum.

    Menurut dia, klub telah banyak mengeluarkan dana untuk membina atlet yang selama ini berkiprah di Pelatnas PBSI. "Apa yang dilakukan oleh Jaya Raya dan Djarum, dan lain-lain itu seharusnya dilakukan oleh PBSI kalau memang mau yaitu membina daerah-daerah tapi kemudian di-take over oleh klub-klub," ucap Imelda, peraih emas Asian Games 1978 kepada Tempo, Senin, 14 September 2020.

    "Tentunya PP PBSI, istilahnya, harus baik sama klub karena yang merekrut dan menangani atlet-atlet sehingga jadi bagus kan dari klub," kata Imelda menambahkan.

    Selama ini, kata dia, PBSI jika ingin merekrut atlet malah mengirimkan surat permintaan ke pengurus provinsi. Menurut dia, regulasi itu keliru karena selama ini yang mengeluarkan dana untuk pembinaan adalah klub bukan pengprov.

    "Emang pengprov ngeluarin duit? Yang ngeluarin duit itu semua klub. Klub-klub lain kayak kami dan Djarum yang bersyukur karena punya yayasan. Aku ngajarin anak-anak yang diambil klub lain untuk jangan lupa sama klub awal. Harusnya hubungan itu baik jangan arogan," kata dia.

    Imelda pun menjelaskan pengalaman tidak mengenakkan terkait perekrutan atlet Pelatnas. PB Jaya Raya pernah menolak permintaan PBSI karena atlet yang diminta masih terlalu muda secara usia. Begitu atlet itu sudah matang, Imelda menuturkan pengurus PBSI malah menolak karena merasa tersinggung pernah tidak jadi bergabung ke Pelatnas.

    Dukungan kepada Moeldoko disampaikan dalam acara makan siang di Jakarta, Kamis, 10 September 2020.Dalam pertemuan itu hadir para legenda bulu tangkis seperti Hariyanto Arbi, Liem Swie King dan Eddy Hartono.

    Selain itu ikut pula perwakilan dua klub yakni PB Djarum dan PB Jaya Raya yang memiliki harapan yang sama. PB Djarum diwakili oleh Lius Pongoh, Ivanna Lie, Tontowi Ahmad, Liliana Natsir, Christian Hadinata, serta Yuni Kartika. Sedangkan Jaya Raya mengirimkan Imelda Wiguna, Rudy Hartono, dan Markis Kido.

    Saat ini PP PBSI dipimpin oleh Wiranto yang menjadi ketua sejak 2016. Pemilihan Ketua Umum PBSI bakal digelar pada November mendatang.

    Selain Moeldoko, nama lain yang selama ini juga muncul dalam bursa calon ketua umum PBSI adalah Erick Thohir (Menteri BUMN), Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Bambang Brodjonegoro (Menristek), Idham Azis (Kapolri), dan Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.