Pakai Kaus Anti-Rasisme di Formula 1 Tuscan, Lewis Hamilton Diselidiki FIA

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebrasi Pembalap Lewis Hamilton usai memenangkan balapan F1 GP Tuscan di Mugello, Scarperia e San Piero, Italia, Ahad, 13 September 2020. REUTERS/Luca Bruno

    Selebrasi Pembalap Lewis Hamilton usai memenangkan balapan F1 GP Tuscan di Mugello, Scarperia e San Piero, Italia, Ahad, 13 September 2020. REUTERS/Luca Bruno

    TEMPO.CO, JakartaFederasi Otomatif Internasional (FIA) dilaporkan tengah melakukan investigasi terhadap Lewis Hamilton sehubungan dengan kaus hitam anti-rasisme yang dia kenakan pada Formula 1 Grand Prix Tuscan di Sirkuit Mugello, Italia, akhir pekan lalu.

    Dilansir AFP, Selasa, juara dunia enam kali yang juga memenangi seri balapan GP Tuscan itu tampak mengenakan kaos bertuliskan “tangkap polisi yang membunuh Breonna Taylor” sebelum balapan, saat menaiki podium hingga ketika melakukan wawancara bersama media.

    Kaus tersebut dinilai menjurus ke unsur politik. Sementara FIA melarang semua pembalap mengemukakan hal-hal yang bermuatan “politis atau religius yang merugikan kepentingan FIA”

    Seorang juru bicara FIA mengatakan kepada BBC bahwa kasus Hamilton itu “sedang ditinjau.” Jika terbukti melakukan pelanggaran, Hamilton bisa saja dikenai denda.

    Baca Juga: Sebastian Vettel Ingin Beli F2004 Michael Schumacher, tapi Terlalu Mahal

    Hamilton biasanya mengenakan kaus bertuliskan “Black Lives Matter” dalam setiap balapan sebagai bentuk protes terhadap rasisme yang terjadi di AS. FIA tak pernah berkomentar dan mempermaslahkan hal itu.

    “Butuh waktu lama bagi saya untuk mengenakannya dan membuat khalayak sadar bahwa ada seseorang terbunuh di jalan, di rumahnya sendiri. Sementara pelakunya masih berkeliaran bebas,” kata Hamilton setelah kemenangannya yang ke-90, Minggu (13 September).

    Pada kejuaraan lain, petenis Jepang Naomi Osaka sebelumnya juga ikut menyuarakan protesnya terhadap ketidakadilan rasial yang terjadi di Amerika Serikat saat tampil dalam US Open. Ia mengenakan masker wajah bertuliskan Breonna Taylor pada putaran pertama turnamen Grand Slam itu.

    “Kita tidak bisa istirahat. Kita harus terus meningkatkan kesadaran itu. Dan Naomi (Osaka) telah melakukannya dengan luar biasa,” kata Hamilton.

    Breonna Taylor (26tahun) merupakan seorang perawat Afrika-Amerika yang ditembak mati oleh polisi di apartemennya di Louisville, Kentucky, pada 13 Maret.

    Seorang petugas polisi yang terlibat dipecat oleh departemen kepolisian kota itu Juni. Dua petugas lainnya dimutasi ke pos penugasan administratif. Tidak ada tuntutan pidana yang diajukan terhadap salah satu dari ketiga polisi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.