Kisah Air Jordan 1, Sepatu Sneaker Paling Fenomenal di Dunia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Jordan dan sepatu Nike Air Jordan 1 (Nike.com)

    Michael Jordan dan sepatu Nike Air Jordan 1 (Nike.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasar sepatu sneaker lama (resale) dunia saat ini diperkirakan bernilai US$ 4,6 miliar (Rp 87 triliun), menurut Cowen Equity Research. Sepatu Nike Air Jordan 1 saat ini menjadi model paling berharga dan diburu kolektor di antara model-model yang ada.

    Menurut laporan BBC, Kamis, seorang penjual di sneaker di New York bernama, Chad Jones, bisa dengan mudah menjual sepatu Air Jordan 1 miliknya di kisaran harga US 10 ribu (Rp 147 juta) hingga US$ 30 ribu (Rp 441 juta).

    Saat ditemui BBC, ia membawa enam kotak sepatu model itu. Meski sepatu itu sudah lama tapi itu bukan bekas. Jones tak pernah memakainya dan selalu dengan telaten menjaga kondisinya tetap prima dalam boksnya.

    Pria 41 tahun ini sudah menggeluti penjualan sneaker sejak kuliah. Sejak awal ia menyadari bahwa sepatu yang dirilis untuk bintang basket NBA Michael Jordan itu paling menjanjikan keuntungan. Peminatnya cukup banyak dan tak segan menghamburkan uang.

    Baca Juga: Mercedes-Benz S600 Michael Jordan Dilelang, Berani Bayar Berapa?

    Tingginya harga Air Jordan 1 di pasar resale itu tercemin juga di rumah lelang. Baru-baru ini, segala hal terkait Michael Jordan kembali jadi tren setelah munculnya serial Last Dance di Netflix.

    Rumah lelang Christie ikut menangguk berkah dengan menjual sepatu model tersebut, tapi yang pernah digunakan Michael Jordan sendiri. Pada Agustus lalu, rumah lelang Christie meraih US$ 615 ribu (Rp 9 miliar) dari penjualan Air Jordan 1. Harga itu menjadi rekor, memecahkan harga di lelang Sotheby sebesar US$ 560 ribu pada Mei lalu.

    Sepasang Nike Air Jordan 1 tahun 1985, milik pemain NBA Michael Jordan. (ANTARA/Reuters/ Sotheby Handout)

    Sepatu Air Jordan 1 dirilis Nike pada 15 September 1985. Saat itu sepatu hasil karya desainer Peter Moore itu langsung laku keras. Nama besar Michael Jordan benar-benar mampu membantu mendongkrak sepatu model tersebut. Untuk pemasarannya, Nike memaki slogan: "Untungnya, NBA tak bisa menghentikanmu dari memakainya."

    Baca Juga: Hasil Final NBA dan Jadwal: Miami Heat Ungguli Boston Celtics 2-0

    Simon 'Woody' Wood, pendiri majalah Sneaker Freaker, mengatakan kualitas kulit Air Jordan 1 juga mengena di hati penggemar.

    "Salah satu hal yang menarik dari sepatu ini adalah kualitas kulitnya," ujarnya, pada BBC. "Aku punya sepasang sepatu Jordan di sini dari tahun 1985. Kulitnya lebih tebal dari sepatu manapun. Rasanya seperti mereka baru saja mengiris sepotong sapi dan menjahitnya ke sepatu. Mereka tidak bisa dihancurkan."

    Pada periode tertentu, di Amerika Serikat, sepatu Air Jordan 1 bisa setara dengan nyawa. Permintaannya begitu tinggi untuk produk Nike itu, sehingga perampasan sepatu yang tengah dipakai pun sering terjadi di Amerika Serikat.

    Tak jarang perampasan itu berujung pada hilangnya nyawa. Majalah Sports Illustrated sempat menurunkan laporan utama soal itu dengan judul: "Your Sneakers or Your Life" alias Sneakermu atau Hidupmu.

    BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.