Kualifikasi Piala Dunia 2022, FIFA Pertimbangkan Hapus Format Kandang-Tandang

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden FIFA, Gianni Infantino. (AP/Michael Probst)

    Presiden FIFA, Gianni Infantino. (AP/Michael Probst)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku sangat prihatin dengan penundaan partai kualifikasi Piala Dunia 2022 yang disebabkan oleh pandemi. "Saya prihatin dan ini jelas merupakan masalah nyata, terutama jika pandemi tidak berhenti atau mereda, kami tidak mulai bermain dengan cara normal," kata Infantino seusai Kongres FIFA seperti dikutip Reuters, Sabtu, 19 September 2020.

    Selain penundaan waktu penyelenggaraan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan kemungkinan juga akan membuat FIFA melakukan penyesuaian format turnamen dalam beberapa kasus. "Kami berada di tangan otoritas kesehatan," kata Infantino.

    Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan, yang dimulai pada Maret, tidak akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Sedangkan, awal turnamen zona CONCACAF, yang seharusnya dilakukan September, telah ditunda hingga Maret 2021. Sementara itu, enam pertandingan telah ditunda dalam kompetisi kualifikasi Zona Asia.

    Baca juga : Presiden FIFA Temui Donald Trump Bahas Piala Dunia 2026

    Infantino mengatakan bahwa badan sepak bola dunia telah membuka kemungkinan adanya tambahan untuk pertandingan internasional pada Januari 2022. Jika terlaksana, pertandingan internasional ini merupakan mimpi buruk untuk klub-klub Eropa yang harus melepaskan pemain mereka.

    Alternatif solusi yang mungkin diambil adalah memainkan tahap kualifikasi di satu tempat secara terpusat. Akibatnya pertandingan kualifikasi tidak dilakukan dengan format kandang dan tandang. Infantino menambahkan bahwa slot November dan Desember untuk Piala Dunia 2022 di Qatar setidaknya memberi FIFA ruang untuk bernafas.

    Baca juga : Jokowi Terbitkan Inpres dan Kepres untuk Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021

    Infantino juga melontarkan kritik terhadap Serie A Italia. Juventus yang telah memenangkan gelar selama sembilan musim terakhir membuat Infantino menyarankan bahwa agar sistem playoff dapat menjadi alternatif dari format konvensional kandang dan tandang untuk liga nasional. "Seseorang mengatakan kepada saya bahwa itu terdengar seperti NBA dan tidak begitu bagus untuk sepak bola. Namun, saya bertanya kepada Anda, apakah menurut kami liga Italia sangat menarik dalam sembilan tahun terakhir?"

    Gianni Infantino meneruskan, "Bukan presiden FIFA yang mengatakan bagaimana sepak bola harus dimainkan, tapi sah untuk berpikir bahwa ada cara lain untuk memainkan kompetisi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?