Bulu Tangkis: Indonesia Masters 2021 Terancam Batal Usai Penundaan Seri Asia

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kiri) mengembalikan kok ke arah lawannya asal Denmark Anders Antonsen dalam final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 19 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kiri) mengembalikan kok ke arah lawannya asal Denmark Anders Antonsen dalam final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 19 Januari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa turnamen Indonesia Masters 2021 yang menjadi agenda setiap awal tahun terancam batal. Menurut dia, pembatalan tersebut karena mundurnya sejumlah turnamen seri Asia hingga Januari 2021.

    Jika mengacu pada skema turnamen beruntun di satu negara yang diterapkan BWF pada turnamen seri Eropa dan seri Asia, kemungkinan besar Indonesia Masters yang merupakan BWF World Tour Super 500 itu tidak bisa dilangsungkan sesuai jadwal atau batal.

    “Kebijakan BWF sekarang mengusahakan satu turnamen back to back di satu negara. Artinya, kalau turnamen seri Asia di Thailand digelar Januari 2021, maka perkiraan saya Indonesia Masters tidak ada. Mungkin saja akan digabung dengan Indonesia Open, supaya sekali jalan," ujar Budiharto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Ahad, 27 September 2020.

    Sebelum diputuskan ditunda, BWF World Tours seri Asia semestinya digelar di Thailand pada November mendatang. Para atlet Indonesia bahkan sudah siap mulai turun bertanding lagi di kejuaraan internasional pertama sejak Maret lalu pandemi menghentikan seluruh agenda turnamen bulu tangkis. Ketiga turnamen yang bakal digelar di Asia, yakni Asia Open I dan Asia Open II yang merupakan BWF World Tour Super 1000, serta BWF World Finals 2020.

    Namun, BWF dan Asosiasi Bulu tangkis Thailand mengaku perlu persiapan lebih untuk bisa benar-benar menggelar sebuah turnamen di tengah pandemi yang masih berlangsung. Pemerintah Thailand juga masih perlu mempersiapkan turnamen dengan protokol Covid-19 serta pola gelembung yang komprehensif.

    PBSI pun menyayangkan keputusan tersebut. Penundaan tersebut menurutnya, tidak hanya akan mempengaruhi turnamen lainnya yang akan digelar di waktu yang sama, tetapi juga membuat para atlet harus absen lebih lama untuk bisa kembali bertanding. “Kami sangat menyayangkan keputusan ini, artinya setelah All England, tidak ada turnamen sama sekali untuk pemain Indonesia karena kami tidak ikut Denmark Open. Namun, kami menghargai dan menghormati keputusan BWF,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.