Liga 1: Terbiasa Jadi Musafir, Persipura Tak Canggung Bermarkas di Malang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persipura Jayapura. (liga-indonesia.id)

    Persipura Jayapura. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, JakartaPelatih Persipura Jayapura Jacksen F. Tiago menyatakan seringnya mereka berstatus sebagai klub musafir beberapa musim terakhir menjadi modal berharga untuk mengarungi lanjutan Liga 1 Indonesia pada 1 Oktober.

    "Kalau saya tidak ada masalah apapun, karena dari tahun kemarin kita berkandang di luar markas sendiri (Papua). Sejak saya bergabung dengan Persipura, kita pernah bermain di Sidoarjo, Tenggarong, dan Manado," ujar Jacksen F Tiago dalam pernyataan resmi yang diunggah di Instagram resmi klub, Senin.

    Lanjutan Liga 1 Indonesia sendiri dipusatkan di pulau Jawa dengan pertimbangan utama demi meminimalisir terpaparnya penularan COVID-19. Klub tak diperbolehkan menggunakan jalur udara dan wajib menggunakan bus ketika menjalani tur tandang.

    Boas Solossa dan kawan-kawan akan berbagi kandang dengan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, setelah sebelumnya ditolak ketika mengajukan markas di Stadion Gajayana, Kota Malang.

    Ia pun berterima kasih kepada pihak Pemda Malang yang memperbolehkan Persipura berbagi markas dengan Arema FC selama mengarungi lanjutan Liga 1. Jacksen pun berharap tuah Stadion Kanjuruan menaungi tim Mutiara Hitam.

    "Saya rasa kita sudah cukup kenyang menjadi tim musafir dan kita berterima kasih pada pihak Malang yang menerima kita di sini, semoga kita berprestasi seperti di Sidoarjo," kata dia.

    Sementara itu, Sekretaris Persipura Rocky Bebena mengatakan alasan tetap ingin bermarkas di Malang sebagai langkah politis. Sebab beberapa waktu lalu terjadi rasisme terhadap mahasiswa Papua dan adanya stigma ketidakharmonisan antara masyarakat Papua dan Jawa Timur.

    Dengan bermarkas di Malang, Persipura ingin menegaskan bahwa mereka tak ingin masalah itu terus menjadi luka, justru memperkuat persatuan bangsa.

    "Kita ingin berbuat sesuatu...Karena kita yakin pasti masyarakat Malang baik pemerintah dan juga unsur-unsur yang lain bukan menganggap kami bagian dari lawan tapi satu kesatuan Republik Indonesia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.