Persaingan MotoGP 2020 Buat Marc Marquez Geram, Ia Ingin Segera Kembali Balapan

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap tim Repsol Honda Marc Marquez. (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/wsj).

    Pembalap tim Repsol Honda Marc Marquez. (ANTARA FOTO/REUTERS/Sergio Perez/wsj).

    TEMPO.CO, JakartaMarc Marquez mengakui bahwa dia mendapatkan banyak motivasi setelah menyaksikan para pesaingnya berusaha meraih gelar juara dunia MotoGP. Menurut dia, para pembalap rival gagal memanfaatkan peluang dari ketidakhadirannya untuk meraih gelar. Hal itu pun memotivasinya untuk segera pulih dan tampil pada MotoGP Aragon, akhir Oktober mendatang.

    Juara Dunia MotoGP enam kali itu belum pernah mengayunkan kakinya di atas motor balap sejak putaran kedua, Juli lalu, di Sirkuit Jerez. Di MotoGP Andalusia, seri kedua MotoGP, ia membatalkan upaya untuk kembali beraksi hanya beberapa hari setelah lengannya patah di laga pembuka. Dengan cederanya yang terbukti lebih serius dari yang diperkirakan, Marquez diperkirakan akan absen di sisa musim MotoGP 2020.

    Namun, dia telah mengisyaratkan untuk kembali di salah satu balapan Aragon mendatang pada 18 atau 25 Oktober. Meski terlambat, bagi Marquez, kehadirannya akan menandai perubahan yang menarik dalam dinamika balapan karena tidak ada pembalap yang benar-benar menjadi yang terdepan dalam delapan putaran MotoGP.

    “Menonton balapan dari rumah menciptakan beberapa kecemasan, kemarahan, tapi itulah yang harus Anda lakukan. Melihat bahwa para rival Anda tidak mencetak banyak poin membuat Anda ingin segera kembali,” ujar Marc Marquez, dalam menjawab pertanyaan yang diajukan dalam Repsol Q&A, dikutip dari Crash, Ahad, 4 Oktober 2020.

    Kegemasan pembalap bernomor 93 itu masuk akal. Hingga delapan seri, sebanyak enam pembalap memiliki selisih poin yang tipis untuk saling salp di klasemen MotoGP. Beberapa pembalap juga bergantian naik podium, empat di antaranya menjadi juara untuk pertama kalinya dalam karier MotoGP.

    Selain itu, di papan klasemen, tujuh pembalap teratas juga hanya berselisih 36 poin. Dalam setiap balapan, selalu ada perubahan di urutan pebalap. Keadaan inilah yang membuat Marc Marquez memiliki motivasi untuk segera pulih. Pembalap Repsol Honda mengatakan kondisi persaingan musim ini, selain menggemaskan, juga membuatnya marah karena tidak bisa ikut bersaing dalam kejuaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.