Tingkah Novak Djokovic Mengepel Lapangan French Open seusai Lawan Terpeleset

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novak Djokovic. Doc. Instagram @rolandgarros.

    Novak Djokovic. Doc. Instagram @rolandgarros.

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic berkelakar tentang kondisi lapangan kala bertanding di babak ketiga French Open melawan Daniel Elahi Galan. Ia menyindir kondisi lapangan yang basah sambil mengeringkan lapangannya sendiri dengan menggunakan lap yang dibawa petugas.

    “Saya berbicara dengan supervisor sebelum pertandingan. Setelah melihat bagaimana langit tampak gelap dan hujan pertama saat kami berjalan ke lapangan, saya bertanya mengapa kita tidak menutupnya mulai. Namun, ketua wasit dan supervisor mengira itu bisa dimainkan," kata dia, dikutip dari The Sun, Ahad, 4 Oktober 2020.

    Tentu ia menyindir keputusan wasit tersebut setelah melihat lawannya, Daniel Elahi Galan, terpeleset saat hujan terjadi. “Saya mengerti jika Anda tidak memiliki atap. Tapi inilah alasan mengapa Anda membangun atap - jadi mengapa tidak menggunakannya? Terutama dalam kondisi seperti ini ketika atap berguna," kata dia.

    Novak Djokovic meneruskan, "Itu sebabnya saya pikir kami kehilangan cukup banyak waktu yang memengaruhi pertandingan kami. Saya merasa itu adalah keputusan yang salah karena tidak langsung menutup atap." Pada pertandingan itu, Djokovic, unggulan pertama untuk merebut trofi Roland Garros itu mengalahkan Daniel Elahi dengan 6-0, 6-3, 6-2.

    Legenda tenis Inggris Tim Henman mendukung Djokovic. Bagi dia, Djokovic mungkin berada di sisi yang kering, sedangkan Daniel berada di sisi lapangan yang berisiko. Ia juga mendukung cara Djokovic yang membantu mengepel lapangan sendiri saat permainan akhirnya dihentikan sampai atap tertutup sepenuhnya. "Saya pikir mereka pasti sudah terlambat menghentikannya. Itu bukan penampilan yang bagus untuk tenis atau turnamen," ujarnya.

    Djokovic menerima penundaan itu dengan semangat dan menghibur penonton. Ia juga tampak bertingkah mengambil air dari lapangan dengan raket tenis miliknya. "Saya mencoba menyapu lapangan tetapi saya tidak sebaik anggota tim lainnya. Mereka melakukan pekerjaan dengan baik. Itu terlihat bagus, tapi saya merasa sedikit frustrasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.