Cerita Bek Manchester United saat Dibantai oleh Tottenham Hotspur 1-6

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tottenham Hotspur, Serge Aurier mencetak gol kelima untuk timnya dalam pertandingan Liga Premier melawan MU di Old Trafford, Manchester, Inggris, Ahad, 4 Oktober 2020.  REUTERS/Alex Livesey

    Pemain Tottenham Hotspur, Serge Aurier mencetak gol kelima untuk timnya dalam pertandingan Liga Premier melawan MU di Old Trafford, Manchester, Inggris, Ahad, 4 Oktober 2020. REUTERS/Alex Livesey

    TEMPO.CO, Jakarta - Bek Manchester United Luke Shaw mengakui ia dan koleganya sudah menyerah dari Tottenham Hotspur setelah Anthony Martial dikeluarkan dari lapangan. Saat itu, Setan Merah tertinggal 2-1 dari Tottenham dan pada menit ke-28, Martial dikeluarkan setelah menampar Erik Lamela.

    Setelah 90 menit pertandingan, Manchester United mengakhiri pertandingan kekalahan 6-1. "Kekalahan itu benar-benar menyakitkan. Manchester United seharusnya tidak kalah dengan cara ini. Ini benar-benar menyakitkan, itu memalukan dan kami telah mengecewakan banyak orang," kata Luke Shaw, dikutip dari The Sun, Senin, 5 Oktober 2020.

    Shaw merasa malu berada di lapangan dengan menelan kekalahan telak di Liga Primer Inggris itu. Menurut dia, skuad United bermain tanpa karakter. "Itu terjadi karena kurangnya konsentrasi dan kemudian kesalahan, kesalahan lagi, kesalahan lain. Kami telah mengecewakan diri kami sendiri dan menurunkan staf," ujar pemain berusia 25 tahun tersebut.

    Luke Shaw meneruskan, "Saat ini, kami perlu bercermin, kami tidak berada di performa terbaik saat ini. Mungkin beruntung kami bisa istirahat sekarang. Ketika kami turun menjadi 10 orang mungkin kami menyerah, tidak ada karakter itu di lapangan. Kami terlalu pendiam dan naif. Ada banyak kesalahan, kami perlu berbuat lebih banyak. Ini memalukan. Kami perlu melihat diri kami sendiri dalam waktu yang lama."

    Legenda Manchester United, Gary Neville, tidak memberikan komentar apapun tentang kekalahan pasukan Ole Gunnar Solskjaer tersebut. Ia menganggap cara bermain tim benar-benar menyedihkan. "Tidak ada alasan bagi para pemain di lapangan itu karena mereka benar-benar menyedihkan dan mereka tak berdaya di babak kedua," ujarnya.

    Menurut Neville, pertahanan Manchester United itu benar-benar membawa malapetaka. Kurangnya kepemimpinan di lapangan terbukti saat mantan bos Jose Mourinho mengalahkan Solskjaer dengan gaya yang tegas. "Saya tidak percaya kami berada di posisi saat ini. Saya pikir para pemain ini berharap mendapatkan bantuan di jendela transfer, tetapi mereka tidak membantu diri mereka sendiri," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.